Night Safari Singapore

This weekend we went to night safari Singapore. We decided to take Saturday night at 09:15 PM because of magrib prayers time. To reach the location, it will consume two hours from home using bus and have to change the bus two times as well.

My wife and children took photos in front of one of the gift/souvenir stores.

At the end of each batch, there will be a fire attraction from night safari’s staff (two men and two women).

Perpustakaan Tampines Hub Singapura

Sabtu kemarin kami ke perpustakaan di Tampines Hub untuk mengembalikan buku sekaligus meminjam buku yang lain lagi. Di Singapura, kita bisa mengembalikan buku di perpustakaan mana saja alias tidak harus mengembalikan buku di perpustakaan tempat dimana buku tersebut dipinjam.

Perpustakaan Tampines Hub ini tergolong baru sehingga buku-bukunya pun banyak yang baru dan sangat lengkap. Jika seandainya punya perpustakaan dengan buku sebanyak ini mungkin akan sangat betah menghabiskan waktu di dalamnya.

Anak-anak sedang mengembalikan buku melalui mobile bookdrop. Jika penuh mobile bookdrop akan bergerak secara autonomous menuju ruang staff dan memberikan alert ke staff untuk mengambil buku-buku yang dikembalikan tadi kemudian sang staff akan mengganti tempat penyimpanan buku (bin) di mobile bookdrop dengan yang baru.

Oh iya, Singapura memang dikenal salah satu negara yang sangat cepat menerapkan IT sebagai penunjang/fasilitas negaranya, istilah kerennya penerapan smart city. Teknologi autonomous robotics ini sebenarnya sudah lama dibuat oleh mahasiswa di Indonesia juga tapi sayang hanya sebatas penelitian/research atau untuk mengikuti perlombaan. Saya sendiri belum pernah melihat penerapannya di fasilitas publik seperti yang ada di perpustakaan Tampines ini.

Berphoto dengan Naya di salah satu sudut ruang perpustakaan dengan latar lapangan sepak bola Tampines Hub.

Kedatangan saya di perpustakaan ini karena saya ingin melihat isi satu buku javascript yang kebetulan cuma ada di perpustakaan Tampines Hub sekaligus makan siang di Bebek Goreng Pak Ndut yang berada di stasiun MRT Tampines.

Untuk buku-buku komputer di lantai 5. oh iya di lantai 5 ini ada tempat untuk kerja kelompok, dan tersedia satu ruang khusus untuk mengerjakan tugas dll. sayang saya tidak mengambil photonya mungkin lain kali saat ke sana lagi. Selain itu di sudut-sudut ruang di lantai ini juga dilengkapi meja dan kursi untuk baca dan bekerja juga.

Di tulisan saya yang lain juga pernah saya angkat tentang perpustakaan di Bukit Panjang (link). Perpustakaan ini juga cukup baru tapi tidak selengkap yang ada di Tampines Hub.

Photo source: http://danielfooddiary.com

Bersepeda (kembali) di East Coast Park Singapura

Setelah beberapa lama rehat bersepeda, sore tadi kami memutuskan untuk kembali bersepeda di East Coast Park. Rute yang kami lewati selalu sama yakni ke arah bandara Changi walaupun belum bisa benar-benar sampai di sana atau bahkan melewatinya. Batas kami biasanya hanya sampai di tunjungan untuk beristirahat sejenak dan berputar arah.

Duduk-duduk sebentar di tunjungan untuk menikmati suasana pinggir pantai tempat orang-orang memancing.

Sesaat sebelum meninggalkan tunjungan untuk kembali bergerak ke arah playground tempat permainan anak.

Pemandangan di depan kami di area tunjungan pantai.

Setelah bersepeda dan bermain playground, saatnya makan malam masih di area East Coast Park, Ayo De, Ka, cepat kita harus segera pulang karena waktu magrib sudah masuk.

Berikut video buatan istri untuk kegiatan kami tersebut.

Perangkat-perangkat elektronika di dalam bus Singapura dan kekonyolan-kekonyolan saya

Setiap bus di Singapura selalu dilengkapi dengan perangkat elektronika yang berada di samping bus captain (pengemudi) dan di bagian tengah. Satu set (depan+tengah) untuk pelanggan yang digunakan untuk menempelkan kartu perjalanan ketika naik sebagai penanda awal perjalanan dengan jumlah minimal saldo yang telah ditentukan dan satu lagi di bagian tengah ketika akan turun. Saat menempelkan kartu untuk keluar bus, biaya perjalanannya akan terlihat di monitor alat tersebut dan saldo di kartu perjalanan kita akan berkurang secara otomatis.

Dua alat lainnya untuk keperluan sang bus captain. Satu sebagai alat GPS yang berisi peta perjalanan dan satu lagi untuk mengetahui biaya perjalanan dari satu bus stop ke bus stop yang lainnya.

Saat pertama kali datang ke Singapura, terus terang saya tidak mencari informasi yang banyak di Internet atau bertanya ke teman-teman yang pernah atau sedang berada di sini. Pokoknya berangkat dulu, nanti sesampai di Singapura baru mencari tahu segala sesuatunya dan ini salah.

Akibat informasi yang sangat kurang, saya jadi harus banyak bertanya ke orang-orang padahal informasinya bisa saja didapatkan di Internet. Kekonyolan pertama adalah pertanyaan ke bus captain apakah satu kartu perjalanan ini bisa dipakai untuk dua orang (saya dan istri) karena waktu itu kartu saya tertinggal di kamar? Oh iya, untuk perjalanan dengan bus, kita masih bisa menggunakan uang tunai tapi harus pas, tidak boleh kurang dan boleh lebih. Jika uangnya lebih maka bus captain tidak akan mengembalikan sisanya tapi kalau kurang, bus captain akan meminta kekurangannya.

Sekedar catatan saja kalau biaya perjalanan dengan menggunakan uang tunai lebih mahal dibanding dengan menggunakan kartu. Saran saya untuk kondisi-kondisi kepepet saja menggunakan uang tunai untuk pembayaran.

Kekonyolan kedua adalah saat hendak turun di salah satu bus stop tujuan. Seharusnya saya menekan tombol ‘Stop’ biar bus captain berhenti di bus stop tersebut. Saya kena marah karena menempel kartu tetapi tidak menekan tombol ‘Stop’ sehingga tidak ada indikasi akan turun di bus stop ini. Akibatnya bus tidak berhenti di bus stop tujuan saya dan baru berhenti di bus stop berikutnya. Terpaksa harus jalan lebih jauh ke kantor Singtel.

Oh iya jika ingin mengetahui rute perjalanan setiap bus yang akan dilalui bisa dilihat di papan informasi yang ada di setiap bus stop.

Tapi fasilitas google map jauh lebih baik karena kita akan diberikan informasi bus-bus mana saja yang dapat digunakan dari tempat awal keberangkatan ke tempat tujuan lain yang diinginkan.

8 Marine Terrace Pagi Ini

Semoga keberkahan senantiasa Allah SWT turunkan ke bumi ini. Pagi ini cuaca di sekitar rumah begitu sejuk dengan turunnya hujan. Hembusan angin yang masuk ke dalam rumah begitu dingin sampai meresap ke dalam tulang-tulang saya membuat badan begitu bugar untuk memulai aktifitas pagi, Alhamdulillah.

Menjemput Istri dan Anak-anak dari Bandung

Malam ini saya ke Changi untuk menjemput istri dan anak-anak dari Bandung. Dengan penerbangan Air Asia Bandung tujuan Singapura (Penerbangan langsung). Berangkat dari bandara Husein Sastranegara Bandung pada pukul 16:00 dan tiba di bandara Changi sekitar pukul 18:45. Alhamdulillah sudah bisa berkumpul lagi setelah mereka seminggu di Bandung.

Saya sendiri tidak ikut ke Bandung karena pekerjaan lumayan padat di minggu-minggu ini sehingga istri dan anak-anak saja yang pulang untuk sebuah keperluan.

Singapura Punya Jalur Baru Untuk MRT

Beberapa bulan lalu, Singapura sudah punya jalur MRT baru yang menghubungkan Tampines – Bukit Panjang melalui Expo. Dengan jalur baru ini, setidaknya terdapat alternatif untuk menuju Singtel exchange di Bukit Panjang jika saya sedang berada di kantor Ericsson.

Selama ini saya menggunakan East West Line (jalur hijau) dengan transit di Bugis kemudian menggunakan Downtown Line (jalur biru) untuk sampai ke Singtel Bukit Panjang dengan waktu tempuh satu jam.

Datang Kepagian ke Kantor

Waktu itu datang kepagian ke kantor, belum ada rekan-rekan kerja yang datang kecuali resepsionis. Mending selfie dulu dengan batik sebagai budaya lokal Indonesia walaupun di luar negeri.

Ericsson Singapore office, one @ Changi City – 2018

Pagelaran Seni di Sekolah Indonesia Singapura (SIS)

Untuk kegiatan seni, Naya begitu antusias untuk ikut menjadi bagian dari pagelaran tersebut. Photo ini diambil saat acara kenaikan kelas beberapa waktu lalu di hall Sekolah Indonesia Singapura (SIS).

Masih di acara yang sama Naya dan teman-temannya sedang bermain angklung yang merupakan kesenian dari Jawa Barat. Setiap anak memegang angklung dengan nada berbeda-beda yang akan menghasilkan alunan musik yang indah saat dimainkan dengan pola tertentu.

Gambar-gambar Karikatur Keren di Bandara Changi Singapura

Singapura yang terkenal dengan negara yang multi etnis ini selalu menampilkan keragaman etnisnya seperti Melayu, Cina, serta India. Baliho, iklan-iklan yang bersifat sosial akan selalu menampilkan ketiga etnis ini. Sama halnya di bandara Changi Singapura, jika Anda berada di underpass terminal 4 maka akan disuguhi gambar karikatur yang keren-keren. Gambar karikaturnya menampilkan masyarakat Singapura era tempo dulu.

Karikatur yang satu ini untuk India ditandai dengan jenis masakan yang sedang dibuat, ada roti prata, murtabak, dan briyani.

Termasuk gambar berikut. Sepertinya sepasang suami istri sedang berjualan ornamen-ornamen khas orang India.

Sedangkan yang ini adalah untuk masyarakat Melayu. Pakcik dan makcik yang sedang berjualan.

Ibu yang sedang menjemur sarong batiknya.

Kalau yang berikut untuk etnis Cina ditandai dengan ornamen-ornamen yang berwarna-warni dan ada kalender Cina.

Seorang ibu yang sedang berjualan kueh di toko.

Seorang bapak yang sedang berjualan di warung tenda miliknya.

Terakhir salah satu buah favorit orang-orang Singapura adalah durian (menurut salah seorang customer saya di operator telekomunikasi di sini)

Kalau karikatur ini saya kurang paham makna dibalik gambarnya yang coba menampilkan kue, cangkir kopi/teh.