Jurong Bird Park Singapore

Tulisan ini seharusnya tayang sebelum tulisan tentang perjalanan ke Melaka Malaysia. Masih dalam rangkaian liburan sekolah anak-anak di penghujung tahun 2018.

Di pintu gerbang masuk Jurong Bird park. Tiket masuknya sudah dibeli istri secara online sehingga cukup menampilkan barcode tiket di HP untuk selanjutnya petugas di sana akan memindai barcode tersebut di pintu masuk.

Ibnu dan Naya berphoto di papan informasi sesaat memasuki area Jurong Bird park.

Tidak jauh dari gerban masuk, pinguin sudah menyambut kami.

Pertunjukan yang diadakan oleh petugas Jurong Bird park beserta burung-burungnya.

Ini burung cendrawasi yang asli Papua Indonesia.

Saya tidak tahu jenis burung-burung ini tapi sangat unik. Lihat saja ketiga burung di bawah.

Tentu saja masih banyak jenis burung yang lain yang ada di Jurong Bird park, bagi Anda yang ingin melihatnya silahkan saja datang ke Jurong Bird park. Semua burungnya terawat dengan baik.

Saya lihat Singapura sangat apik dari sisi maintenance segala hal termasuk bagaimana mereka merawat burung-burung yang ada di Jurong Bird park ini. Saat saya lihat petugas memberi makan burung-burungnya memang dengan makanan yang bergizi dan segar. Jadi tidak aneh kalau sehat-sehat semua.

Night Safari Singapore

This weekend we went to night safari Singapore. We decided to take Saturday night at 09:15 PM because of magrib prayers time. To reach the location, it will consume two hours from home using bus and have to change the bus two times as well.

My wife and children took photos in front of one of the gift/souvenir stores.

At the end of each batch, there will be a fire attraction from night safari’s staff (two men and two women).

Perpustakaan Tampines Hub Singapura

Sabtu kemarin kami ke perpustakaan di Tampines Hub untuk mengembalikan buku sekaligus meminjam buku yang lain lagi. Di Singapura, kita bisa mengembalikan buku di perpustakaan mana saja alias tidak harus mengembalikan buku di perpustakaan tempat dimana buku tersebut dipinjam.

Perpustakaan Tampines Hub ini tergolong baru sehingga buku-bukunya pun banyak yang baru dan sangat lengkap. Jika seandainya punya perpustakaan dengan buku sebanyak ini mungkin akan sangat betah menghabiskan waktu di dalamnya.

Anak-anak sedang mengembalikan buku melalui mobile bookdrop. Jika penuh mobile bookdrop akan bergerak secara autonomous menuju ruang staff dan memberikan alert ke staff untuk mengambil buku-buku yang dikembalikan tadi kemudian sang staff akan mengganti tempat penyimpanan buku (bin) di mobile bookdrop dengan yang baru.

Oh iya, Singapura memang dikenal salah satu negara yang sangat cepat menerapkan IT sebagai penunjang/fasilitas negaranya, istilah kerennya penerapan smart city. Teknologi autonomous robotics ini sebenarnya sudah lama dibuat oleh mahasiswa di Indonesia juga tapi sayang hanya sebatas penelitian/research atau untuk mengikuti perlombaan. Saya sendiri belum pernah melihat penerapannya di fasilitas publik seperti yang ada di perpustakaan Tampines ini.

Berphoto dengan Naya di salah satu sudut ruang perpustakaan dengan latar lapangan sepak bola Tampines Hub.

Kedatangan saya di perpustakaan ini karena saya ingin melihat isi satu buku javascript yang kebetulan cuma ada di perpustakaan Tampines Hub sekaligus makan siang di Bebek Goreng Pak Ndut yang berada di stasiun MRT Tampines.

Untuk buku-buku komputer di lantai 5. oh iya di lantai 5 ini ada tempat untuk kerja kelompok, dan tersedia satu ruang khusus untuk mengerjakan tugas dll. sayang saya tidak mengambil photonya mungkin lain kali saat ke sana lagi. Selain itu di sudut-sudut ruang di lantai ini juga dilengkapi meja dan kursi untuk baca dan bekerja juga.

Di tulisan saya yang lain juga pernah saya angkat tentang perpustakaan di Bukit Panjang (link). Perpustakaan ini juga cukup baru tapi tidak selengkap yang ada di Tampines Hub.

Photo source: http://danielfooddiary.com

Bersepeda (kembali) di East Coast Park Singapura

Setelah beberapa lama rehat bersepeda, sore tadi kami memutuskan untuk kembali bersepeda di East Coast Park. Rute yang kami lewati selalu sama yakni ke arah bandara Changi walaupun belum bisa benar-benar sampai di sana atau bahkan melewatinya. Batas kami biasanya hanya sampai di tunjungan untuk beristirahat sejenak dan berputar arah.

Duduk-duduk sebentar di tunjungan untuk menikmati suasana pinggir pantai tempat orang-orang memancing.

Sesaat sebelum meninggalkan tunjungan untuk kembali bergerak ke arah playground tempat permainan anak.

Pemandangan di depan kami di area tunjungan pantai.

Setelah bersepeda dan bermain playground, saatnya makan malam masih di area East Coast Park, Ayo De, Ka, cepat kita harus segera pulang karena waktu magrib sudah masuk.

Berikut video buatan istri untuk kegiatan kami tersebut.