Night Safari Singapore

This weekend we went to night safari Singapore. We decided to take Saturday night at 09:15 PM because of magrib prayers time. To reach the location, it will consume two hours from home using bus and have to change the bus two times as well.

My wife and children took photos in front of one of the gift/souvenir stores.

At the end of each batch, there will be a fire attraction from night safari’s staff (two men and two women).

Menjemput Istri dan Anak-anak dari Bandung

Malam ini saya ke Changi untuk menjemput istri dan anak-anak dari Bandung. Dengan penerbangan Air Asia Bandung tujuan Singapura (Penerbangan langsung). Berangkat dari bandara Husein Sastranegara Bandung pada pukul 16:00 dan tiba di bandara Changi sekitar pukul 18:45. Alhamdulillah sudah bisa berkumpul lagi setelah mereka seminggu di Bandung.

Saya sendiri tidak ikut ke Bandung karena pekerjaan lumayan padat di minggu-minggu ini sehingga istri dan anak-anak saja yang pulang untuk sebuah keperluan.

Manila – Filipina

Photo lama yang masih tersimpan di external drive sebagai kenang-kenangan kalau pernah tinggal sementara (stay) di Filipina beberapa tahun silam tepatnya bulan Mei – September 2014. Di sana, saya bekerja selama lima bulan untuk sebuah penugasan singkat (STA) ke Ericsson Filipina.

Waktu itu ada proyek proof of concept (PoC) untuk operator Smart Communications, Inc., saya bekerja dalam satu tim yakni project managernya (PM) adalah Tiaghu Raman (India Malaysia), Antonis dimitriadis (Yunani) untuk solution architect, Cherry Garcia dan Boong (Filipina), serta beberapa orang dari global support center (GSC) China. Dan sempat dikenalkan dengan Abu Bakar Ibrahim (Abs) yang kemudian bertemu lagi di Singapura karena penugasan ke sini.

Istri dan anak-anak ikut ke sana selama empat puluh hari setelah mengambil cuti panjang dari kantor. Kebetulan Naya waktu itu masih SD kelas 1 dan Ibnu masih TK 0 jadi masih gambang untuk minta izin meninggalkan sekolah.

Kami melewati puasa ramadhan, shalat idul fitri, dan pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres) tahun 2014 di sana. Ini adalah kali pertama kami berpuasa di luar negeri dan di negeri non muslim pula sehingga terdapat perbedaan ketika berada di Indonesia. Saat itu saya selalu jumatan di kedutaan Uni Emirat Arab, shalat taraweh di market-market mall dan idul fitri di kedutaan besar Indonesia.

Tentu menjadi pengalaman tersendiri buat saya dan keluarga bagaimana tinggal di luar negeri jauh dari kampung halaman dan keluarga.

Photo ini diambil di depan gereja Manila Cathedral yang ada di dalam kota Intramuros – salah satu kota peninggalan Spanyol di sana.

Sisi lain yang masih berada di area gereja Manila Cathedral.

Ada sepeda dari bambu, keren idenya.

Berphoto dengan Naya di depan pintu gerbang Intramuros.

Kalau photo berikut di Manila Ocean Park yang masih berada di pusat kota Manila.

Masih di dalam area ocean park terdapat tempat mewarnai buat anak-anak. Naya dengan asyiknya mewarnai gambar sementara Ibnu asyik dengan bola.

Saatnya pulang ke Bandung dengan pesawat Philippines Airlines setelah empat puluh hari di Manila tepatnya di Taguig Bonifacio Global City semacam kota di dalam kota Manila.

Di Merlion Park Singapura

Salah satu ikon wisata Singapura adalah Merlion Park yang terkenal itu dan tempat yang wajib didatangi oleh para wisatawan ketika berkunjung ke sini.

Saya lupa kapan saya ambil photo ini. Mungkin saat kunjungan kedua atau ketiga kalinya.

Menikmat Angkutan Kota (Angkot) Bandung

Sudah lama saya tidak naik angkot saat berada di Bandung akibat banyaknya alternatif transportasi umum saat ini seperti gojek, gocar, grab. Dua minggu lalu (hari Sabtu dan Minggu) saya di Bandung untuk sebuah keperluan yang mendesak. Namun karena kartu telepon Indonesia saya tidak dilengkapi dengan paket data sehingga dua hari tersebut tidak memiliki akses Internet.

Jadilah saya tidak bisa menggunakan aplikasi online untuk memesan gojek/gocar/grab. Solusinya adalah menggunakan transportasi konvensional yakni angkutan kota alias angkot. Ternyata masih banyak masyarakat yang menggunakan angkot di tengah persaingan moda transportasi yang sangat beragam sekarang.

Photo yang saya ambil saat perjalanan dari Riung Bandung menuju Samsat (Sukarno Hatta) tanpa meminta izin terlebih dahulu ke penumpang lain (Maaf ya bu dan de’).

Asyik juga merasakan naik angkot setelah sekian lama tidak menggunakannya.

The Dependent Pass

Two months ago, my family had to leave Singapore for three days because their dependent pass was expired. While waiting my company to extend the DP, they had to use visit pass as temporary before getting the new DP. On that time, it had already been used two times for entering and staying in Singapore .

When my company extended my employment pass (EP), we decided not to extend my family’s dependent pass first for one reason that can’t be shared. but two months later, I had to extend it if they still wanted to stay here. It was consumed more than three weeks to get approval from MoM.

The visit pass will have maximum 30 days for allowing us to stay in Singapore on the first attempt. The second attempt onward, the immigration officer will reduce the maximum days of staying. When entering Singapore on that time, I explained to them that my family’s dependent pass was still on progress and hasn’t got approval yet then he gave me 30 days again so it’s good.

In the event of DP is not released/approved yet after 30 days, they have to leave Singapore again. When updating this blog, We have received the DP card.

Bandung was our choice for spending three days. In Bandung, we spent our time to do what we want such as shopping, eating at our favorite restaurant, and meeting our neighbourhood as I never see them for almost one year. So it is really nice, right?

This is a moment when we enjoyed our dinner at one restaurant in Bandung.

 

Liburan Sekolah telah tiba

Liburan sekolah tahun ini kami kedatangan tamu dari Bandung. Danti adik sepupu istri mengambil cuti kerja untuk liburan ke Singapura yang bertepatan dengan liburan sekolah anak-anak saya. Banyak waktu luang buat anak-anak dan Danti selama liburan kali ini.

Berbagai tempat kami datangi sekedar untuk menemani Danti selama di sini.

Beberapa photo yang sempat saya abadikan sebagai berikut minus Danti untuk menjaga privasi orang:

1. Ayah, Bunda dan Kakak Naya di Universal Studio Singapore

2. Ayah, Bunda, Kakak Naya, Ibnu di Merlion Park Singapore

3. Ayah, Bunda, Kakak Naya, Ibnu di Merlion Park Singapore

Liburan ke kampung halaman Makassar dan Jeneponto

Tanggal 5 September 2017 (sore) saya berangkat dari Singapore ke Jakarta dan selanjutnya ke Makassar dalam rangka pernikahan adik ipar di Makassar. Dari bandara Changi menggunakan pesawat Air Asia pada pukul 17:00 dan sampai di Jakarta pukul 18:20. Penerbangan selanjutnya menuju Makassar pada pukul 21:55 dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia.

Setiba di Makassar sekitar pukul 01:30 dini hari, istri dan bapak mertua serta anak-anak ikut menjemput di bandara Sultan Hasanuddin. Pagi hari ada beberapa urusan yang harus dilakukan sekaligus makan siang diluar bersama keluarga di rumah makan Ayam Goreng Sulawesi.

Pada malam harinya ada juga acara makan malam diluar bersama keluarga besar istri namun sayang saya lupa untuk mendokumentasikannya. Tempatnya di rumah makan New Losari.

Di hari berikutnya, saya, istri, anak-anak, adik saya Ipink dan keluarga, serta adik sepupu saya Fuad menuju Jeneponto dalam rangka mengunjungi orang tua di sana (Orang tua istri tinggal di Makassar sementara orang tua saya tinggal di Jeneponto). Sehingga jika kami pulang kampung maka Makassar dan Jeneponto adalah dua kota/kabupaten yang harus kami datangi.

Banyak acara di Jeneponto seperti makanĀ  malam bersama keluarga besar beserta jamaah masjid raya Jeneponto. Keesokan harinya setelah shalat Jumat, saya, Fuad, Lala, dan Rifri (anak kakak saya) makan coto kuda di Belokallong.

Sore hari, saya mengajak istri dan anak-anak saya untuk keliling Jeneponto terutama di daerah-daerah dimana masa kecil saya habiskan dulu dilanjutkan ke pantai.

Selepas magrib, kami pun kembali ke Makassar karena keesokan harinya akan ada acara mappaccing adik ipar di Makassar dan dilanjutkan akad nikah dan resepsi pada hari minggu siang dan hari minggu malam.

Selain itu, kami juga sempat mengabadikan momen bersama keluarga besar saya.

Syukuran ulang tahun Naya dan Appreciation Dinner dari Ericsson Singapore

Hari ini saya mengajak istri dan anak-anak saya makan di salah satu restoran Indonesia yang ada di Singapore dalam rangka syukuran hari kelahiran anak kami yang pertama Naya (8 tahun – semoga menjadi anak sholehah, pintar, sukses dunia dan akhirat, aamiin ya Allah).

Tujuan kami adalah restoran IndoChili yang terletak di Zion Road. Kami memilih untuk duduk di teras restoran karena anak saya yang kedua Ibnu tidak suka dengan ornamen-ornamen antik seperti patung, serta kembang-kembang yang ada di dalam restoran.

Walaupun ada sedikit perdebatan kecil antara Naya dan Ibnu karena sang kakak ingin duduk di dalam sementara sang adik ingin duduk di luar karena alasan di atas namun pada akhirnya kakak bisa mengalah. Berikut tampak depan dari restoran tersebut.

Ini photo-photo kami sekeluarga saat berada di restoran tersebut:

Selain yang kami makan di tempat seperti rawon, nasi goreng lengkap, serta minuman, ada beberapa menu yang dibawa pulang untuk makan malam seperti sate, ikan bakar, gule kambing, dan gado-gado.

Alhamdulillah di waktu yang bersamaan saya juga mendapat ‘appreciation dinner’ dari kantor sehingga acara makan-makan kali ini sifatnya gratis alias dibayar oleh Ericsson (terima kasih).

Legoland Malaysia

Hari Jumat kemarin kami bertolak ke Malaysia (Johor Bahru – JB) dalam rangka mengajak anak-anak kami liburan ke Legoland. Ini adalah kali kedua kami kesana. Tepat setahun yang lalu setelah habis lebaran idul fitri kami ke tempat yang sama. Anak saya Ibnu kelihatannya belum puas pada kesempatan pertama sehingga sering terngiang-ngiang terus Legoland ini.

Selama di Johor Bahru kami menginap di hotel Puteri Pacific yang lokasinya dekat dengan pusat kota dengan tujuan akses kemana-mana dekat salah satunya adalah tempat makan. Selain itu, lokasinya hotelnya bersebelahan dengan imigrasi Malaysia di Woodlands sehingga untuk kembali ke Singapura cukup menyeberang jalan saja.

Naya sempat mengabadikan beberapa moment sesampai di hotel tempat kami menginap.

Setelah bersih-bersih dan shalat magrib, kami menuju JB city square untuk makan malam di sana dan menghabiskan beberapa waktu disekitarannya dan selanjutnya kembali ke hotel untuk istirahat malam karena besok pagi akan berangkat ke Legoland.

Keesokan harinya setelah sarapan pagi di hotel, tepat pukul 10.00 pagi kami menuju Legoland. Naya dan Ibnu tampak sangat senang dan sudah tidak sabar untuk sampai untuk segera menikmati seluruh jenis permainan yang ada.

Beberapa momen yang sempat kami abadikan:

Gerbang utama Legoland.

Kereta api mini yang jalurnya mengitari beberapa area di Legoland.

Ayah bergaya dengan narsis di atas mini kereta api sebelum kereta apinya berangkat.

Sesaat sebelum aktraksi dengan Ninja Go.

Di depan restoran Legoland, bunda dan anak-anak mengabadikannya.

Ibnu begitu tertarik dengan miniatur kesibukan pelabuhan laut tempat bongkar muat barang-barang.

Naya berpose di samping miniatur pigeon yang berbunyi layaknya pigeon sungguhan.

Naya berpose di dekat Jerapah.

Di atas ketinggian dengan pemandangan sekitar Legoland.

Liburan ke Jogja, Solo, Prambanan, dan Borobudur

Liburan akhir tahun 2013 kemarin bertepatan juga dengan liburan sekolah anak kami Naya. Jauh-jauh hari kami sudah merencanakan untuk berlibur ke luar Bandung dan tujuannya adalah Jogjakarta dan sekitarnya.

Banyak cerita yang sebenarnya ingin saya tulis tapi rasanya kurang mood. Tapi hal yang patut saya garis bawahi adalah kota ini menyimpan sejuta kenangan tentang awal karier saya sebagai seorang penulis profesional. Dua buku saya yang pertama diterbitkan oleh Andi Offset Jogjakarta, sehingga saat menginjakkan kaki pertama kali ke kota ini kembali setelah sekian tahun, rasanya saya sedang bernostalgia dengan kota ini.

Kedatangan saya kali ini tentu saja tidak sendiri lagi seperti tahun 2004 dan 2005 dulu. Kali ini sudah ditemani oleh anak-anak dan istri saya beserta Ibu mertua saya dan adik sepupu dari istri saya. Tentu saja saya menceritakan kepada anak-anak kami bahwa Ayahnya sudah beberapa ke Jogja untuk membawa naskah dan juga saat bekerja di Ericsson dan Siemens.

Photo ini adalah kedua anak kami Naya dan Ibnu di masjid Gedhe Kauman Keraton Jogjakarta. Masih tampak letih dan berantakan karena perjalanan yang sangat jauh dari Bandung yang kami tempuh sekitar 12 jam perjalanan. Kami sengaja menyempatkan shalat Magrib dan Isya di Masjid Gedhe ini.

DSC_0040

Setiap saya ke Jogja di tahun-tahun sebelumnya, alhamdulillah saya selalu menyempatkan diri untuk shalat di masjid yang cukup bersejarah ini.

Di Solo mampir di keluarga (sepupu ibu mertua) dan photo ini sedang menikmati kambing muda (mantab, kolesterol tinggi).

DSC_0068

DSC_0067

Dari Solo, kami menuju candi Prambanan yang ada di kecamatan Prambanan, Sleman dan kecamatan Prambanan, Klaten, kurang lebih 17 kilometer timur laut Yogyakarta, 50 kilometer barat daya Surakarta dan 120 kilometer selatan Semarang, persis di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ibnu tampak lesu karena terbangun kanget sesaat sampai di area parkir candi Prambanan.

DSC_0092

Setelah candi Prambanan, kami kembali ke Bandung melalui jalur selatan pulau Jawa.