Orang-orang yang berjasa di balik kebangkitan server kawananu

Tulisan sebelumnya sudah membahas bahwa saya kembali bisa ngeblog dan tulisan-tulisan lama bisa kembali ada di weblog ini. Beberapa tahun yang lalu, komputer server saya di ISP mengalami kerusakan akibat usia komputer tersebut memang sudah tua. Namun karena ISP tempat dimana saya melakukan collocation server di Makassar dan saya sendiri berdomisili tidak di Makassar sehingga cukup kesulitan untuk mengganti server tersebut. Baru di bulan Mei 2017 ini server kawananu kembali bisa mengudara dan melayani kebutuhan blog saya. Berikut orang-orang yang cukup berjasa mewujudkan server ini bisa aktif:

1. Fuad Reza Fachlevi – Adik Sepupu

2. Achmad Yusri Afandi – Sahabat

3. Pihak ISP – Bu Darmi dan Pak Warno

 

Akhirnya bisa berkumpul kembali bersama keluarga

Kondisi ideal setelah berkeluarga tentu saja tetap satu kota dengan istri/suami dan anak-anak. Namun saat ini, banyak keluarga yang sulit berada di satu kota. Seorang ayah mungkin saja harus bekerja jauh dari kota tempat istri dan anak-anaknya berada (walaupun ini sebenarnya adalah sebuah pilihan hidup dan semua pilihan tersebut ada konsekuensinya).

Sejak bulan Februari 2017, istri dan anak-anak telah ikut bersama saya ke Singapura. Kebetulan istri sedang menempuh pendidikan PhD sehingga bisa off dari kantor selama menjalani study S3-nya. Alhamdulillah tahun ini adalah kesempatan kedua yang Allah SWT berikan. Saya dan keluarga bisa berkumpul bersama kembali sejak awal pernikahan kami. Kesempatan pertama waktu bekerja di Ericsson Philippines. Istri dan anak-anak sempat ikut selama 40 hari karena istri mengambil cuti panjang dan anak-anak pun masih kecil.

Saat masih bekerja di Jakarta, istri dan anak-anak saya tetap di Bandung dan hanya bertemu setiap akhir pekan. Kondisi yang sama setahun lalu, setiap minggu atau kadang kala dua minggu sekali (jika beban pekerjaan agak banyak) saya kembali ke Bandung dari Singapura.

Kebersamaan bersama keluarga tentu adalah sebuah nikmat Allah SWT yang benar-benar harus disyukuri.  Lihatlah kebahagiaan anak-anak saya saat akan mengantar ibunya ke Malaysia beberapa waktu lalu. Photo di ambil di daerah Sentosa island Singapura.

 

Liburan ke Jogja, Solo, Prambanan, dan Borobudur

Liburan akhir tahun 2013 kemarin bertepatan juga dengan liburan sekolah anak kami Naya. Jauh-jauh hari kami sudah merencanakan untuk berlibur ke luar Bandung dan tujuannya adalah Jogjakarta dan sekitarnya.

Banyak cerita yang sebenarnya ingin saya tulis tapi rasanya kurang mood. Tapi hal yang patut saya garis bawahi adalah kota ini menyimpan sejuta kenangan tentang awal karier saya sebagai seorang penulis profesional. Dua buku saya yang pertama diterbitkan oleh Andi Offset Jogjakarta, sehingga saat menginjakkan kaki pertama kali ke kota ini kembali setelah sekian tahun, rasanya saya sedang bernostalgia dengan kota ini.

Kedatangan saya kali ini tentu saja tidak sendiri lagi seperti tahun 2004 dan 2005 dulu. Kali ini sudah ditemani oleh anak-anak dan istri saya beserta Ibu mertua saya dan adik sepupu dari istri saya. Tentu saja saya menceritakan kepada anak-anak kami bahwa Ayahnya sudah beberapa ke Jogja untuk membawa naskah dan juga saat bekerja di Ericsson dan Siemens.

Photo ini adalah kedua anak kami Naya dan Ibnu di masjid Gedhe Kauman Keraton Jogjakarta. Masih tampak letih dan berantakan karena perjalanan yang sangat jauh dari Bandung yang kami tempuh sekitar 12 jam perjalanan. Kami sengaja menyempatkan shalat Magrib dan Isya di Masjid Gedhe ini.

DSC_0040

Setiap saya ke Jogja di tahun-tahun sebelumnya, alhamdulillah saya selalu menyempatkan diri untuk shalat di masjid yang cukup bersejarah ini.

Di Solo mampir di keluarga (sepupu ibu mertua) dan photo ini sedang menikmati kambing muda (mantab, kolesterol tinggi).

DSC_0068

DSC_0067

Dari Solo, kami menuju candi Prambanan yang ada di kecamatan Prambanan, Sleman dan kecamatan Prambanan, Klaten, kurang lebih 17 kilometer timur laut Yogyakarta, 50 kilometer barat daya Surakarta dan 120 kilometer selatan Semarang, persis di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ibnu tampak lesu karena terbangun kanget sesaat sampai di area parkir candi Prambanan.

DSC_0092

Setelah candi Prambanan, kami kembali ke Bandung melalui jalur selatan pulau Jawa.