Membiasakan Anak-anak ke Perpustakaan

Fasilitas publik yang dimiliki oleh negara Singapura memang cukup membuat masyarakatnya merasa dimanjakan karena hampir seluruh fasilitas disediakan oleh pemerintah Singapura, salah satunya adalah perpustakaan umum yang ada di hampir setiap daerah.

Fasilitasnya juga lumayan mewah ditambah lagi dengan penggunaan teknologi terkini yang selalu ter-update diterapkan di semua perpustakaan. Bagi Singaporean atau penduduk asli dan permanent resident (PR) untuk pembuatan kartu perpustakaan sebagai syarat untuk meminjam buku bersifat gratis sementara bagi foreigner diwajibkan membayar S$40 untuk pembuatan kartu tersebut.

Jumlah maksimal buku yang boleh dipinjam adalah 8 buku untuk 3 minggu. Buku-buku yang dimiliki oleh perpustakaan di sini pun selalu terupdate. Satu hal menarik juga adalah kita tidak perlu mengambalikan buku di perpustakaan tempat kita meminjam tetapi dapat dikembalikan di perpustakaan mana saja. Sebagai contoh saya meminjam buku di NLB Marine Parrade kemudian buku tersebut saya kembalikan di NLB Bukit Panjang.

Naya dan Ibnu kami biasakan untuk ke perpustakaan dan meminjam buku dalam rangka memupuk budaya bacanya. lihat saja aksi Ibnu dan Naya yang sedang membaca di salah satu perpustakaan di sini.

Liburan ke kampung halaman Makassar dan Jeneponto

Tanggal 5 September 2017 (sore) saya berangkat dari Singapore ke Jakarta dan selanjutnya ke Makassar dalam rangka pernikahan adik ipar di Makassar. Dari bandara Changi menggunakan pesawat Air Asia pada pukul 17:00 dan sampai di Jakarta pukul 18:20. Penerbangan selanjutnya menuju Makassar pada pukul 21:55 dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia.

Setiba di Makassar sekitar pukul 01:30 dini hari, istri dan bapak mertua serta anak-anak ikut menjemput di bandara Sultan Hasanuddin. Pagi hari ada beberapa urusan yang harus dilakukan sekaligus makan siang diluar bersama keluarga di rumah makan Ayam Goreng Sulawesi.

Pada malam harinya ada juga acara makan malam diluar bersama keluarga besar istri namun sayang saya lupa untuk mendokumentasikannya. Tempatnya di rumah makan New Losari.

Di hari berikutnya, saya, istri, anak-anak, adik saya Ipink dan keluarga, serta adik sepupu saya Fuad menuju Jeneponto dalam rangka mengunjungi orang tua di sana (Orang tua istri tinggal di Makassar sementara orang tua saya tinggal di Jeneponto). Sehingga jika kami pulang kampung maka Makassar dan Jeneponto adalah dua kota/kabupaten yang harus kami datangi.

Banyak acara di Jeneponto seperti makan  malam bersama keluarga besar beserta jamaah masjid raya Jeneponto. Keesokan harinya setelah shalat Jumat, saya, Fuad, Lala, dan Rifri (anak kakak saya) makan coto kuda di Belokallong.

Sore hari, saya mengajak istri dan anak-anak saya untuk keliling Jeneponto terutama di daerah-daerah dimana masa kecil saya habiskan dulu dilanjutkan ke pantai.

Selepas magrib, kami pun kembali ke Makassar karena keesokan harinya akan ada acara mappaccing adik ipar di Makassar dan dilanjutkan akad nikah dan resepsi pada hari minggu siang dan hari minggu malam.

Selain itu, kami juga sempat mengabadikan momen bersama keluarga besar saya.

Syukuran ulang tahun Naya dan Appreciation Dinner dari Ericsson Singapore

Hari ini saya mengajak istri dan anak-anak saya makan di salah satu restoran Indonesia yang ada di Singapore dalam rangka syukuran hari kelahiran anak kami yang pertama Naya (8 tahun – semoga menjadi anak sholehah, pintar, sukses dunia dan akhirat, aamiin ya Allah).

Tujuan kami adalah restoran IndoChili yang terletak di Zion Road. Kami memilih untuk duduk di teras restoran karena anak saya yang kedua Ibnu tidak suka dengan ornamen-ornamen antik seperti patung, serta kembang-kembang yang ada di dalam restoran.

Walaupun ada sedikit perdebatan kecil antara Naya dan Ibnu karena sang kakak ingin duduk di dalam sementara sang adik ingin duduk di luar karena alasan di atas namun pada akhirnya kakak bisa mengalah. Berikut tampak depan dari restoran tersebut.

Ini photo-photo kami sekeluarga saat berada di restoran tersebut:

Selain yang kami makan di tempat seperti rawon, nasi goreng lengkap, serta minuman, ada beberapa menu yang dibawa pulang untuk makan malam seperti sate, ikan bakar, gule kambing, dan gado-gado.

Alhamdulillah di waktu yang bersamaan saya juga mendapat ‘appreciation dinner’ dari kantor sehingga acara makan-makan kali ini sifatnya gratis alias dibayar oleh Ericsson (terima kasih).

Menghabiskan waktu istirahat kerja di perpustakaan Singapura

Jika sedang ke kantor Singtel di Bukit Panjang, di saat jam istirahat dan sedang off makan siang maka tujuan utama adalah mengunjungi perpustakaan umum (NLB) di dekat sana. Kebetulan perpustakaannya baru dibuka kembali dan suasananya sangat nyaman untuk menghabiskan waktu 1 jam-an di dalam perpustakaan.

Seseorang keliatannya sedang membuat program sedang asyik di depan komputernya ditemani sebuah buku di atas meja. Memang suasana yang tenang menjadikan tempat ini sangat cocok untuk melalukan aktifitas menulis kode program.

Photo Masa Kecil Dulu di Makassar

Barusan dapat kiriman WA message dari adik sepupu saya Fadli. hehe ternyata photo saat masih SMP di Makassar dulu sekitar tahun 1993-1996. Kak Adi memangku adik sepupu saya Fadli sementara saya memangku Fuad. Sekarang mereka sudah besar-besar semua. Sungguh waktu begitu cepat berjalan.

Harus sering-sering memantau statistik

Sebagai seorang engineer di dunia telekomunikasi terkadang kita harus sering memantau statistik untuk memastikan bahwa segala aktifitas perubahan yang dilakukan di perangkat telko tersebut tidak memberikan impact terhadap end user. Sebuah perangkat telekomunikasi harus memiliki tingkat availability 99.99 %.

Ini adalah salah satu perangkat software yang saya buat bersama dua orang kawan untuk menunjang aktifitas pekerjaan saya selama ini. Kami menggunakan Perl, expect, laravel, dan highcharts untuk menghasilkan software seperti berikut.

Sangat membantu karena penulis dapat memastikan tidak ada masalah dengan perangkat yang sedang kami modifikasi. Tidak terbayang berapa banyak orang akan komplain ke kami jika terjadi masalah setelah perubahan yang dilakukan ternyata membawa dampak pada sistem. Tentu saja revenue buat operator akan hilang dan kepercayaan masyarakat terhadap sebuah operator telekomunikasi juga akan berkurang dan beralih berlanggan ke operator lain.

Legoland Malaysia

Hari Jumat kemarin kami bertolak ke Malaysia (Johor Bahru – JB) dalam rangka mengajak anak-anak kami liburan ke Legoland. Ini adalah kali kedua kami kesana. Tepat setahun yang lalu setelah habis lebaran idul fitri kami ke tempat yang sama. Anak saya Ibnu kelihatannya belum puas pada kesempatan pertama sehingga sering terngiang-ngiang terus Legoland ini.

Selama di Johor Bahru kami menginap di hotel Puteri Pacific yang lokasinya dekat dengan pusat kota dengan tujuan akses kemana-mana dekat salah satunya adalah tempat makan. Selain itu, lokasinya hotelnya bersebelahan dengan imigrasi Malaysia di Woodlands sehingga untuk kembali ke Singapura cukup menyeberang jalan saja.

Naya sempat mengabadikan beberapa moment sesampai di hotel tempat kami menginap.

Setelah bersih-bersih dan shalat magrib, kami menuju JB city square untuk makan malam di sana dan menghabiskan beberapa waktu disekitarannya dan selanjutnya kembali ke hotel untuk istirahat malam karena besok pagi akan berangkat ke Legoland.

Keesokan harinya setelah sarapan pagi di hotel, tepat pukul 10.00 pagi kami menuju Legoland. Naya dan Ibnu tampak sangat senang dan sudah tidak sabar untuk sampai untuk segera menikmati seluruh jenis permainan yang ada.

Beberapa momen yang sempat kami abadikan:

Gerbang utama Legoland.

Kereta api mini yang jalurnya mengitari beberapa area di Legoland.

Ayah bergaya dengan narsis di atas mini kereta api sebelum kereta apinya berangkat.

Sesaat sebelum aktraksi dengan Ninja Go.

Di depan restoran Legoland, bunda dan anak-anak mengabadikannya.

Ibnu begitu tertarik dengan miniatur kesibukan pelabuhan laut tempat bongkar muat barang-barang.

Naya berpose di samping miniatur pigeon yang berbunyi layaknya pigeon sungguhan.

Naya berpose di dekat Jerapah.

Di atas ketinggian dengan pemandangan sekitar Legoland.

Lebaran Idul Fitri di Negeri Orang (Singapura)

Lebaran tahun ini adalah lebaran ketiga saya di negeri orang dan lebaran kedua buat istri dan anak-anak saya. Tahun ini kami shalat idul fitri di Masjid Kampung Siglap (Kampoeng Siglap Mosque) yang posisinya dekat dengan rumah dimana kami tinggal. Tidak ada yang spesial tentunya jika dibanding jika berlebaran bersama orang tua dan keluarga besar di Makassar dan Jeneponto.

Setelah shalat ied, kami pun langsung pulang ke rumah setelah bersalam-salaman dengan saudara kita sesama muslim. Istri telah menyiapkan masakan khas lebaran seperti ketupat, opor ayam, rendang serta sambal goreng hati.

Oh iya, kelihatannya kebiasaan masyarakat melayu di Singapura adalah membagikan amplop berisi uang untuk anak-anak di masjid. Anak kami Naya dan Ibnu juga ikut kebagian amplop tersebut. Alhamdulillah.

Upgrade ke Debian Stretch (9)

Setelah beberapa tahun tidak bersentuhan dengan Debian lagi, pada hari ini saatnya saya meng-upgrade rilis debian server kawananu.com ke rilis terbaru yakni stretch (9). Sebagaimana ditulisan sebelumnya bahwa beberapa orang yang terlibat langsung membangkitkan server kawananu.com ada di tautan ini.

Repository-nya sendiri masih saya arahkan langsung ke ftp.debian.org karena kambing.ui.ac.id belum terupdate.

$ cat /etc/debian_version
9.0

8 Marine Terrace, Singapore

18-June-2017

Pencil sebagai alternatif Microsoft Visio

Pencil adalah salah satu software yang dapat digunakan untuk menggambar sebagai alternatif pengganti Microsoft Visio yang harganya cukup menguras kantong.

Saya mulai menggunakan software ini baru beberapa saat yang lalu dan hasilnya cukup memuaskan sehingga tidak terpikirkan lagi untuk menggunakan Visio.

Bahasa Pemrograman Python

Penulis sudah membeli buku bahasa pemrograman Python ini tapi belum sempat menamatkan isinya. Secara konsep mirip-mirip dengan Perl atau bahasa pemrograman lain. Penulis sendiri sih meyakini bahwa menulis kode program Python seharusnya lebih mudah dibanding dengan bahasa lain seperti Perl, Java, Erlang, dll.

Sayangnya belum ada program Python yang penulis hasilkan karena masih lebih tertarik menyelesaikan seluruh problematika komputasi dengan bahasa Perl.

Photo di bawah sebenarnya buat gaya-gaya saja karena baru beberapa lembar halaman yang berhasil saya baca. Photo ini penulis upload sebagai bahan pemberi semangat bagi diri penulis dan bagi orang lain yang mungkin belum memiliki semangat untuk belajar bahasa pemrograman.

@Marine Terrace, Singapore 25/05/2017

Kunjungan teman serumah semasa SMA dan kuliah

Hari selasa malam saya bertemu dengan salah satu teman serumah saat SMA dan kuliah di Bandung. Aryo begitu kami memanggilnya. Setelah sebelas tahun akhirnya bisa berjumlah lagi di negeri orang (Singapura) karena Ia kebetulan ada tugas kantor. Jadilah kami membuat janji di Orchard road.

Walaupun di negeri orang, saya sendiri lebih senang mengajak mereka ke rumah makan Indonesia karena selera kita belum tentu sama dengan makanan yang ada di sini (catatan: jenis makanan yang ada di sini sebagian besar sama karena terbilang masih satu rumpun antara Indonesia dan Singapura).

Saya mengajak Aryo dan keluarganya untuk makan disekitaran Orchard Road tepatnya di Lucky Plaza, tempat di mana restoran Bebek Pak Ndut berada.

Berikut photo sebagai kenang-kenangan pertemuan kami.

 

Menemani anak tidur sambil melanjutkan koding

Malam ini sambil menemani anak pertama saya tidur, saya mencoba melanjutkan kode program yang belum terselesaikan juga. Di jam kerja pastinya saya tidak bisa melakukan koding karena pekerjaan utama yang harus diselesaikan. Kode program yang sedang penulis kerjakan ini sebenarnya saling berkaitan walaupun sifatnya sebagai penunjang saja.

Target penulis, kode program ini harus terlesaikan seluruhnya sebelum akhir tahun sehingga bisa benar-benar bermanfaat untuk proses monitoring jaringan. Selama ini saya melakukannya secara parsial sesuai kebutuhan saja, nah target akhirnya adalah keseluruhan statistik jaringan dapat termonitor secara otomatis.

Satu hal yang menjadi kendala adalah larangan untuk menyimpan server yang tidak teregistrasi oleh pihak operator di sini. Untuk mendapat izin tentu saja tidak mudah dan belum tentu di-approve. Jadilah program ini berjalan di laptop penulis dan setiap terkoneksi ke jaringan operator maka program akan bekerja secara otomatis.

 

Koleksi buku bahasa pemrograman terus bertambah

Sejak kepindahan ke Singapura setahun lalu, koleksi buku-buku text book bahasa pemrograman penulis terus bertambah sebagai referensi saat melakukan koding.  Walaupun belum seluruhnya dibaca, namun saat dibutuhkan tentu saja penulis dapat membuka buku-buku tersebut.

Penulis mulai melirik bahasa Python sebagai bahan perbandingan dengan Perl. Oleh karena itu, koleksi buku-buku bahasa pemrograman di rumah mulai dihiasi juga oleh Python selain Erlang dan Java tentunya. Alasan lain mulai tertarik dengan Python karena alasan pasar yang mulai didominasi oleh Python.

Seperti biasa, penulis melakukan pembelian buku melalui online di www.opentrolley.com.sg dan rata-rata pesanan akan datang tujuh hari kerja.

 

 

Orang-orang yang berjasa di balik kebangkitan server kawananu

Tulisan sebelumnya sudah membahas bahwa saya kembali bisa ngeblog dan tulisan-tulisan lama bisa kembali ada di weblog ini. Beberapa tahun yang lalu, komputer server saya di ISP mengalami kerusakan akibat usia komputer tersebut memang sudah tua. Namun karena ISP tempat dimana saya melakukan collocation server di Makassar dan saya sendiri berdomisili tidak di Makassar sehingga cukup kesulitan untuk mengganti server tersebut. Baru di bulan Mei 2017 ini server kawananu kembali bisa mengudara dan melayani kebutuhan blog saya. Berikut orang-orang yang cukup berjasa mewujudkan server ini bisa aktif:

1. Fuad Reza Fachlevi – Adik Sepupu

2. Achmad Yusri Afandi – Sahabat

3. Pihak ISP – Bu Darmi dan Pak Warno

 

Akhirnya bisa berkumpul kembali bersama keluarga

Kondisi ideal setelah berkeluarga tentu saja tetap satu kota dengan istri/suami dan anak-anak. Namun saat ini, banyak keluarga yang sulit berada di satu kota. Seorang ayah mungkin saja harus bekerja jauh dari kota tempat istri dan anak-anaknya berada (walaupun ini sebenarnya adalah sebuah pilihan hidup dan semua pilihan tersebut ada konsekuensinya).

Sejak bulan Februari 2017, istri dan anak-anak telah ikut bersama saya ke Singapura. Kebetulan istri sedang menempuh pendidikan PhD sehingga bisa off dari kantor selama menjalani study S3-nya. Alhamdulillah tahun ini adalah kesempatan kedua yang Allah SWT berikan. Saya dan keluarga bisa berkumpul bersama kembali sejak awal pernikahan kami. Kesempatan pertama waktu bekerja di Ericsson Philippines. Istri dan anak-anak sempat ikut selama 40 hari karena istri mengambil cuti panjang dan anak-anak pun masih kecil.

Saat masih bekerja di Jakarta, istri dan anak-anak saya tetap di Bandung dan hanya bertemu setiap akhir pekan. Kondisi yang sama setahun lalu, setiap minggu atau kadang kala dua minggu sekali (jika beban pekerjaan agak banyak) saya kembali ke Bandung dari Singapura.

Kebersamaan bersama keluarga tentu adalah sebuah nikmat Allah SWT yang benar-benar harus disyukuri.  Lihatlah kebahagiaan anak-anak saya saat akan mengantar ibunya ke Malaysia beberapa waktu lalu. Photo di ambil di daerah Sentosa island Singapura.

 

Alhamdulillah bisa ngeblog lagi setelah sekian tahun lamanya

Syukur alhamdulillah akhirnya bisa ngeblog lagi setelah bertahun-tahun lamanya karena beberapa hal. sebelum bercerita banyak di blog ini, saya ingin mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan adik saya Fuad Reza, Achmad Yusri Afandi yang telah menginstal dan setting seluruh keperluan server dan blog ini lagi serta pihak ISP tempat dimana saya menaruh server (Ibu Darmi, Pak Warno).

Liburan ke Jogja, Solo, Prambanan, dan Borobudur

Liburan akhir tahun 2013 kemarin bertepatan juga dengan liburan sekolah anak kami Naya. Jauh-jauh hari kami sudah merencanakan untuk berlibur ke luar Bandung dan tujuannya adalah Jogjakarta dan sekitarnya.

Banyak cerita yang sebenarnya ingin saya tulis tapi rasanya kurang mood. Tapi hal yang patut saya garis bawahi adalah kota ini menyimpan sejuta kenangan tentang awal karier saya sebagai seorang penulis profesional. Dua buku saya yang pertama diterbitkan oleh Andi Offset Jogjakarta, sehingga saat menginjakkan kaki pertama kali ke kota ini kembali setelah sekian tahun, rasanya saya sedang bernostalgia dengan kota ini.

Kedatangan saya kali ini tentu saja tidak sendiri lagi seperti tahun 2004 dan 2005 dulu. Kali ini sudah ditemani oleh anak-anak dan istri saya beserta Ibu mertua saya dan adik sepupu dari istri saya. Tentu saja saya menceritakan kepada anak-anak kami bahwa Ayahnya sudah beberapa ke Jogja untuk membawa naskah dan juga saat bekerja di Ericsson dan Siemens.

Photo ini adalah kedua anak kami Naya dan Ibnu di masjid Gedhe Kauman Keraton Jogjakarta. Masih tampak letih dan berantakan karena perjalanan yang sangat jauh dari Bandung yang kami tempuh sekitar 12 jam perjalanan. Kami sengaja menyempatkan shalat Magrib dan Isya di Masjid Gedhe ini.

DSC_0040

Setiap saya ke Jogja di tahun-tahun sebelumnya, alhamdulillah saya selalu menyempatkan diri untuk shalat di masjid yang cukup bersejarah ini.

Di Solo mampir di keluarga (sepupu ibu mertua) dan photo ini sedang menikmati kambing muda (mantab, kolesterol tinggi).

DSC_0068

DSC_0067

Dari Solo, kami menuju candi Prambanan yang ada di kecamatan Prambanan, Sleman dan kecamatan Prambanan, Klaten, kurang lebih 17 kilometer timur laut Yogyakarta, 50 kilometer barat daya Surakarta dan 120 kilometer selatan Semarang, persis di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ibnu tampak lesu karena terbangun kanget sesaat sampai di area parkir candi Prambanan.

DSC_0092

Setelah candi Prambanan, kami kembali ke Bandung melalui jalur selatan pulau Jawa.

Ketika Istri dan Anak Harus Dirawat Bersama di Rumah Sakit

Senin tanggal 28 Mei 2012, istri dan anak saya harus dirawat di rumah sakit. setelah berkonsultasi ke poli anak ternyata Ibnu (anak kedua) sudah pada fase dehidrasi sehingga dokter mengharuskan untuk di-opname, Ibnu mengalami muntah dan buang air yang terlalu sering disertai demam tinggi sehingga rewel setiap saat. Dari hasil pemeriksaan darah, air seni dan fases ternyata Ibnu terinfeksi bakteri (pastinya lewat makanan). Sementara istri kena tifus dan juga harus dirawat di rumah sakit. Saya harus cuti pada hari ini dan hari-hari kedepannya karena yang merawat dan menjaga istri dan anak-anak saya di rumah sakit tentunya saya sendiri, walaupun pekerjaan begitu banyak tapi yang paling utama tentu adalah keluarga.

Anak saya yang pertama Naya juga harus diboyong ke rumah sakit dan menginap bersama saya, istri dan Ibnu (anak kedua) karena Naya pasti akan rewel kalau tidak melihat ayah atau ibunya seharian terutama saat akan tidur. Sehingga saya memutuskan untuk sekeluarga menginap di rumah sakit sampai istri dan Ibnu bisa kembali ke rumah.

Sebenarnya Naya juga baru sembuh 2 hari yang lalu walaupun tidak dibawa ke dokter karena syukur Alhamdulillah sudah pulih.

Photo berikut adalah photo Ibnu sehari sebelum di bawa ke rumah sakit karena kebetulan hari minggu sehingga cukup kami beri panadol drops anak dan bye bye faver untuk menurunkan panas Ibnu.

Sedangkan photo berikut adalah Ibnu yang sudah di-opname di rumah sakit. Kasihan juga melihat jarum infus yang tertancap di tangan Ibnu.

Kalau photo ini Naya yang sudah tidur malam di sofa yang disediakan oleh pihak rumah sakit.

 

Duka Yang Mendalam

Hari ini tanggal 20 Mei 2012 jam 10 WITA om saya (adik dari bapak) Drs. Ahmad Basa telah meninggal dunia akibat kanker paru-paru stadium empat. Om Hama begitu saya memanggilnya adalah seorang guru SMA dan beliau mengajar mata pelajaran matematika. Saya banyak mendapatkan ilmu dari beliau saat saya masih SMP dulu di Makassar. Bagaimana belajar trigonometri tanpa harus menghafalkan. Seluruhnya akan terpetakan pada sebuah lingkaran. Pemetaan perhitungan trigonometri ini tentu saja tidak pernah saya dapatkan di bangku sekolah tapi saya dapatkan justru dari om Hama. Banyak kenangan yang tentu saja selalu terngiang-ngiang pada diri saya terhadap sosok seorang Drs. Ahmad Basa. Selamat jalan om Hama…

Masa kanak-kanak saya sampai menginjak remaja banyak saya habiskan bersama beliau seperti mencari udang/ikan di sungai dengan cara menyelam dan menembaknya dengan alat sederhana buatan om sendiri. Selain itu beliau juga senang berburu burung “bukkuru” atau tekukur yang kebetulan memang sangat banyak di kampung saya di Jeneponto.  Di akhir-akhir hayatnya, ia senang untuk ikut dengan para nelayan untuk memancing dan menangkap ikan di lautan lepas. Ini semua adalah kegemaran dari om Hama. Waktu itu kami bersaudara yang berarti keponakan beliau yang selalu diajak pada akhir pekan untuk menyalurkan hobinya itu karena anak-anaknya sendiri waktu itu masih kecil-kecil dan belum bisa diajak untuk ikut bersama.

Meninggalnya om Hama sebenarnya tidak terlalu jauh berselang atas meninggalnya nenek saya Daeng Sangnging, ibu dari bapak dan om Hama. Sehingga ini benar-benar duka yang sangat dalam buat keluarga kami. Tapi memang setiap jiwa yang hidup akan merasakan kematian sehingga harus ikhlas menerima semua ketentuan yang Allah SWT telah takdirkan.

Beberapa hari menjelang bulan suci Ramadhan dua tahun lalu, kakek saya dari bapak juga dipanggil oleh Allah SWT dan telah saya tuliskan pada link ini.

Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa kakek, nenek dan om saya yang tercinta, semoga Allah menerima seluruh amal perbuatan kebajikannya dan memberikan kelapangan dalam kuburnya, Amin…

Bandung, 20 Mei 2012

Pterygium – Operasi atau Dibiarkan Saja

Pernahkan Anda mendengar kata pterygium? bagi orang-orang yang bekerja di bidang kesehatan seperti dokter, perawat mungkin akan cukup familiar dengan penyakit ini. Saya cukup lama menderita penyakit ini sejak kuliah semester 5 dan baru diangkat tahun 2011 lalu. Awalnya saya tidak mengerti tentang penyakit ini. Dari informasi yang saya dapatkan di Internet ternyata faktor penyebab utama dari penyakit ini adalah karena debu dan cahaya matahari yang langsung mengenai mata.

 sumber gambar: https://en.wikipedia.org/wiki/Pterygium_%28conjunctiva%29

Memang pada tahun-tahun tersebut mata saya sangat sering terpapar oleh debu di jalan karena adanya pembangunan jembatan layang di daerah kordon Bandung. Jalan tersebut sehari-hari saya lalui untuk kuliah karena rumah kost di Sadang Serang sedangkan kampus berada di Dayeuh Kolot.

Saya sering ke dokter mata di RS Cicendo Bandung (RS khusus mata) dan berkonsultasi dengan dokter spesial mata di sana. Dari dokter spesialis mata saya dapatkan informasi bahwa penyakit tersebut dapat terjadi pada usia produktif karena aktifitas di luar ruangan yang cukup tinggi namun untuk melakukan tindakan operasi terhadap penyakit tersebut harus dipertimbangkan matang-matang oleh pasien karena tingkat kekambuhan dari penyakit tersebut cukup tinggi pada usia di bawah 40 tahun. Sehingga setiap kali ke dokter saya hanya diberi obat cendo cenfresh untuk mengurangi iritasi mata. Jika mata terkena sinar matahari atau debu atau berada dalam ruang ber-AC maka mata akan merah seperti layaknya orang yang sakit mata. Cukup mengganggu memang tapi menurut dokter ini hanya alasan kosmetik saja. Alhamdulillah pterygium saya sendiri termasuk yang tingkat penjalaran ke kornea mata tidak progressif atau cenderung lambat.

Suatu hari saya ke toko buku dan mendapatkan buku yang membahas tentang obat herbal untuk penyakit pterygium ini. Saya membeli buku tersebut dan mulai memesan obat dari distributornya. Saya cukup lama menggunakan obat tetes mata herbal ini dan memang tidak memberikan efek samping terhadap mata saya. Namun Allah SWT belum menakdirkan kesembuhan pterygium saya dengan obat tersebut. Saya sampai bertemu dengan penemunya langsung untuk berdiskusi karena rumah beliau berada di daerah Jakarta Selatan dan kebetulan dekat dengan kantor saya juga.

Hingga pada suatu saat pterygium saya sudah cukup mengganggu dan mencoba berkonsultasi dengan dokter spesialis mata di RS Santosa Bandung yakni dr. Andriafi Syah, SpM. Dari hasil diskusi dengan beliau, sebenarnya informasi yang disampaikan sama dengan dokter-dokter sebelumnya yakni jika dilakukan tindakan operasi terhadap mata saya maka tingkat kekambuhan cukup tinggi untuk usia produktif seperti saya yakni di bawah 40 tahun. Namun dengan mantap saya putuskan untuk dilakukan pengangkatan pterygium saya dengan metode graft (kalau tidak salah ingat) dengan harapan semoga Allah memberikan kesembuhan dengan jalan ini tanpa kekambuhan lagi pasca operasi. Metode graft kurang lebih seperti ini penjelasannya: pterygium diangkat kemudian dilakukan sayatan pada jaringan sehat yang ada di bagian mata yang lain sesuai ukuran dari pterygium. Sayatan dari jaringan sehat tersebut ditempatkan di daerah pterygium yang telah dibuang dan dijahit. Jenis benang yang digunakan bersifat permanen di mata sehingga tidak perlu dicabut lagi.

Daerah pengambilan sayatan jaringan sehat dibiarkan begitu saja dan menurut dokter Insya Allah akan tumbuh dengan sendirinya. Awalnya cukup panik karena membuat mata saya merah pada bagian sayatan pada jaringan yang sehat serta daerah pterygium tersebut.

Proses operasinya sendiri Alhamdulillah berjalan lancar tanpa ada kendala karena termasuk operasi kecil. Awalnya sempat ragu pada detik-detik sebelum operasi pengangkatan pterygium saya namun akhirnya terlaksana juga. Dokter pun memberi jadwal operasi dan pihak rumah sakit terlebih dahulu menghubungi pihak asuransi yang menjadi penjamin dari seluruh biaya pre dan pasca operasi saya (Asuransi ini saya dapatkan dari kantor tempat saya bekerja – syukur Alhamdulillah ada jaminan dari kantor). Biaya pun disetujui oleh pihak asuransi karena memang masih dalam area pertanggungan dengan biaya kalau tidak salah kurang lebih tiga juta setengah rupiah(Rp. 3.5 juta).

Persiapan sebelum operasinya sendiri tidak terlalu rumit karena cukup memotong rapi rambut dan pemberian obat tetes antibiotik mata sehari sebelum operasi. Tindakan operasi berjalan sekitar satu jam-an yang dilakukan oleh dr. Andriafi syah, SpM dan dibantu oleh dua orang perawat. sebelum dan setelah operasi saya ditempatkan di sebuah ruang pre/pra operasi yang bersebelahan dengan ruang operasinya sendiri. Ruang tersebut cukup steril menurut saya dan merupakan tempat untuk relaksasi pikiran sebelum dan sesudah operasi.

sumber gambar: https://en.wikipedia.org/wiki/Pterygium_%28conjunctiva%29

Dua jam kemudian saya dibolehkan untuk pulang dan istirahat di rumah dan dibekali beberapa jenis obat diantaranya obat tetes mata (jenis antibiotik) dan obat yang diminum dan harus kontrol seminggu kemudian. Seluruh proses tersebut saya jalani dan sekitar satu bulan kemudian mata saya kembali normal sedia kala. Ya Allah, syukur Alhamdulillah engkau telah memberikan kesembuhan kepada hamba lewat tangan dari seorang dr. Andriafi Syah, SpM. Sampai saat ini saya masih melakukan pemeriksaan rutin jika ada kesempatan ke RS Santosa Bandung sambil menemani anak untuk imunisasi atau berobat walaupun sifatnya sudah tidak wajib lagi. Dari pemeriksaan rutin tersebut, menurut dr. Andriafi SpM, kekambuhan dari pterygium saya belum menunjukkan ke arah sana (Syukur Alhamdulillah Ya Allah). Saya juga tidak perlu menggunakan cendo cenfresh dalam waktu lama kecuali jika mata agak kering karena paparan sinar matahari atau debu atau karena berada dalam ruang AC.

Tindakan preventif yang saya lakukan adalah selalu menggunakan kaca mata yang lensanya cukup besar saat berada di luar ruang (kacamata pengayuh sepeda atau kacamata tukang las besi) yang bisa didapatkan di toko-toko sepeda atau di Ace Hardware atau di tempat lain. Tujuannya adalah untuk menghindari debu yang langsung mengenai mata.

Jadi bagi Anda yang menderita penyakit pterygium ini tetap harus memikirkan matang-matang apakah akan dilakukan tindakan operasi atau dibiarkan saja karena setiap orang akan berbeda-beda satu dengan lainnya terhadap tingkat kekambuhan pasca operasi.

Semoga tulisan ini dapat memberikan sedikit informasi bagi yang menderita penyakit pterygium dari sudut orang awam dalam dunia kedokteran.

Kebiasaan di Kampung Halaman saat Lebaran Tiba

Sebenarnya photo yang saya upload ini adalah anak saya saat masih usia satu tahun, tepatnya lebaran 1431 H (2010) tahun lalu. Karena yang memotret adalah Fuad (adik sepupu saya) jadi terlupakan. Kemarin dia upload ke facebook-nya dan tag saya. alhasil saya dowload dan ditulis di blog ini.

Setiap tahun ada sebuah kebiasaan keluarga besar kami setelah hari raya Idul Fitri, yakni pada 2-3 hari setelah shalat Id, biasanya kami sekeluarga mengadakan acara makan-makan ikan di pantai yang kebetulan tidak terlalu jauh dari rumah (sekitar 15 menit perjalanan mobil).

Berangkat dari rumah di pagi hari agar sesampai di pantai, para nelayan juga sudah menyandarkan perahu mereka dan kami membeli ikan hasil tangkapan para nelayan untuk kemudian kami bakar di sekitar pantai. Kayu bakar dan arang atau sabuk kelapa memang kita sudah siapkan dari rumah termasuk nasi dan bumbu-bumbu ikan termasuk beberapa piring untuk makan, sisanya kita ambil dari alam seperti daun pisang untuk menyimpan ikan yang telah dibakar.

Lihat saja ekspresi Naya yang telah menghabiskan beberapa potong ikan bakar tanpa nasi. Ini mungkin selalu menjadi kenangan indah tersendiri saat menikmati kebersamaan dengan keluarga, mengingatkan segala memori yang pernah kami lalui dalam kehidupan sebelumnya.

Perfect: satu kesan saat mendapatkan buku (free sample) dari Informatika Bandung

Tadi siang saya sudah dapat free sample buku karangan saya dari penerbit Informatika Bandung. Saya mendapatkan sepuluh (10) eksemplar gratis dari penerbit (terima kasih banyak). Setelah bolak-balik lembar demi lembarnya, saya perhatikan kualitas cetakan gambar begitu sempurna (tajam) dan penggunaan font yang tepat sehingga enak dibaca.

Semoga bermanfaat bagi pembaca walaupun harganya lumayan mahal. sebelum draft buku saya naik cetak, pihak penerbit sempat menanyakan apakah buku tersebut tidak ada pendamping DVD/CD?. Saya pun menanyakan balik, “Apakah penyertaan DVD/CD pendamping tentunya akan membuat harga buku semakin mahal karena jumlah halamannya saja sudah enam ratus (600) halaman lebih?”. Penerbit dengan mantab menjawab begini, “Jika orang butuh dan senang dengan isi materi yang dibahas di dalam buku tersebut, Insya Allah orang rela mengeluarkan uangnya untuk memiliki buku tersebut”.

Nuzulul Qur`an

Setelah berbuka dan shalat di masjid dekat rumah, saya kembali ke rumah untuk menikmati sedikit makanan berat. Sambil menunggu waktu Isya, saya bersih-bersih kemudian berangkat ke Mesjid Pondok Indah yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah dan dapat diakses dengan berjalan kaki saja.

Hari ini saya sempatkan untuk shalat Isya&tarawih&witir di Masjid PI untuk menyambut malam Nuzulul Qur`an dengan penceramah agama bpk. K.H. DR. Manarul Hidayah. Cukup menarik bahasannya dan bermakna dengan gaya pembawaan yang sangat memukai alias sangat sangat jenaka. Ini memang kali pertama saya mendengar ceramah dari seorang K.H. DR. Manarul Hidayah tersebut.

Point-point yang disampaikan oleh beliau kurang lebih sebagai berikut:
1. Seorang wartawan pernah bertanya kepada Bung Karno bahwasanya mengapa proklamasi kemerdekaan Indonesia dilaksakan pada tanggal 17 Agustus 1945?. Jawab beliau: Bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia yang diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945, 17 ramadhan (turunnya Al-qur`an), hari jumat (Sayyidul Ayyam– Tuan-nya hari atau yang lebih utama dari hari-hari lainnya). Serta 17 bermakna jumlah rakaat shalat lima waktu yang merupakan kewajiban seluruh umat Islam.

2. Bangsa Indonesia selalu terpuruk karena umat Islam di Indonesia telah jauh dari Al-qur`an dan Sunnah Rasulullah. Banyak umat Islam di Indonesia yang menjalankan shalat lima waktu tapi kerusakan, maksiat masih merajalela di negeri ini dan masih jauh dari negara yang Baldatun Thayyibah wa Rabbun Ghafur tidak lain karena pengamalan shalat tidak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Bisa saja  shalat lima waktunya tertolak oleh Allah SWT karena tidak berilmu, segala sesuatu ada ilmunya- kata beliau. Berkaitan dengan negeri yang Baldatun Thayyibah wa Rabbun Ghafur, saya dapat sebuah link menarik tentang kisah banjir di negeri Saba’ (Link).

3. Negeri yang Baldatun Thayyibah wa Rabbun Ghafur hanya dapat tercapai jika para pemimpinnya dari level presiden sampai level hansip adalah orang-orang yang menegakkan shalat lima waktu sehari semalam.

4. Jumlah ulama semakin berkurang, orang tua saat ini lebih cenderung untuk membekali ilmu umum kepada anaknya daripada belajar/mendalami agama. Orang tua rela mengeluarkan uang berapa pun untuk pendidikan anak-anaknya seperti kursus bahasa inggris, matematika, dll. Tapi orang tua lupa untuk membekali ilmu agama kepada anak-anaknya. Kurangnya orang tua saat ini yang menginginkan anaknya untuk menjadi seorang ulama karena alasannya adalah “MATERI”.

Tidak ikut berbuka puasa bersama di The Duck King Pondok Indah Mall (PIM)

Kemarin seharusnya jadwal buka bersama dengan bos dan teman-teman di The Duck King PIM II yang jaraknya tidak terlalu jauh dari kantor dan dapat ditempuh dengan berjalan kaki saja, namun undangan tersebut saya decline karena saya tidak terbiasa makan yang aneh-aneh termasuk bebek karena saya tidak pernah makan bebek.

Saya termasuk orang yang tidak suka mencoba-coba makan yang baru dan aneh-aneh. Biasanya kalau mau makan di luar, istri saya biasanya yang merekomendasikan tempat yang makanannya enak dan sesuai dengan selera saya. Terkadang saya merasa mual untuk makan di sesuatu tempat yang belum pernah saya coba jenis makannya sehingga saya tidak berani untuk mencoba makanan yang belum pernah saya coba sebelumnya.

Sebenarnya di restoran tersebut pastilah terdapat makanan lain selain bebek tapi otak saya sudah mengatakan tidak karena bebek tadi. Saya putuskan untuk berbuka puasa di rumah saja sekaligus bisa shalat magrib berjamaah di masjid dekat rumah.

Buat teman-teman yang lagi berbuka puasa di sana, selamat berbuka ya.

Mail server kawananu.com sudah normal kembali

Mail server debianindonesi.org sudah berjalan dengan normal. Ada beberapa hal yang penulis reconfigure ulang dan Alhamdullih saya sudah bisa menggunakan akun saya di mail server kawananu.com untuk berkomunikasi dengan orang lain. Pembaca juga tentunya dapat mengirimkan email ke saya melalui email kari@kawananu.com

Mail Server kawananu.com kembali bermasalah

Sejak dua (2) hari yang lalu mail server kawananu.com kembali bermasalah dan faktor penyebabnya masih kurang jelas. Dari logfile ada sebuah file konfigurasi bermasalah. kemarin saya coba utak-atik lagi tapi belum solve juga. Beberapa tahun lalu sempat juga bermasalah tapi indikasinya berbeda dengan saat ini (link here). Akibatnya email kari@kawananu.com belum bisa saya gunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain.

Ericsson Fast Forward (EFF) Program

Setelah aktifitas fixing bugs sambil menunggu waktu subuh, iseng-iseng akses website kampus saya dulu dan ternyata Head departement saya di Ericsson ada di sana. Beberapa minggu lalu saat acara peptalk (staff meeting), beliau memang menyampaikan akan ke Bandung untuk  program EFF.

Buat adik-adik yang lolos dalam seleksi tersebut, saya ucapkan “Welcome to Ericsson Indonesia”.

Beberapa quotes yang sangat menarik antara lain:

“Kami menyukai tenaga ahli  yang memiliki good attitude atau sikap bagus,”

“Kelebihan seseorang ditambah dengan attitude baik akan memudahkannya menjadi bagian dari perusahaan. Ia harus pandai berinovasi sehingga  ia mampu membawa perusahaan ke era teknologi baru. Jadi, tak hanya sekedar kemampuan hardskill dan sofskill saja,” jelasnya.

Ada juga beberapa  alumni Institut Teknologi Telkom (IT Telkom) yang  telah bekerja di Ericsson. Menurut Georgios,   alumni IT Telkom yang bekerja di sana diantaranya sebagai tenaga ahli desain, programmer hingga di level manajer.

“Saya melihat, alumni IT Telkom mampu bekerja cepat dan mengatasi pekerjaannya dengan baik,” pungkasnya.

-Georgios Mataragkas

Link ke artikel terkait

Bugs Fixing – PCM Parser

Tengah malam ini saya terbangun karena istri mengalami kesakitan akibat kram kaki dan perasaan yang tidak nyaman. Kram kaki memang sering dialami oleh ibu yang sedang hamil. Kandungan istri saat ini sudah menginjak usia 6 bulan. Setelah dipijat sebentar dengan minyak tawon, istri sudah bisa tertidur kembali.

Saya sendiri tidak bisa tertidur, sehingga saya putuskan untuk menambal beberapa bug yang saya temukan pada program PCM Parser sambil menunggu waktu subuh. Lumayan bisa memperbaiki beberapa error yang ada dan menambahkan beberapa fitur tambahan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bandung 31 Juli 2011

Family Gathering Institut Teknologi Telkom – 2011

Hari sabtu kemarin kami sekeluarga bersama rekan-rekan dosen serta seluruh staff IT Telkom Bandung menuju Purwakarta dalam rangka acara tahunan yakni family gathering. Berangkat dari rumah jam 06.15 pagi dan sampai di kampus jam 7 pas. Kami adalah orang terakhir yang ditunggu karena seluruh dosen dan pegawai beserta keluarga mereka masing-masing telah berada di dalam bus yang telah disediakan oleh panitia. Saya antar istri dan anak ke bus 3 dan kemudian memarkirkan kendaraan kemudian bergegas menuju bus. Ehem.. Malu juga karena kami orang terakhir yang ditunggu sebelum bus tersebut berangkat. Tapi sudahlah pasang muka tembok saja walaupun di bus tersebut banyak juga dosen-dosen senior.

Perjalanan ke Purwakarta ditempuh dalam waktu satu jam dan sampailah kami ke tempat tujuan FG di Kota Bukit Indah Plaza hotel.Kami disambut oleh Event organizer (EO) yang menjadi panitia acara. Untuk beberapa saat seluruh peserta berkumpul di sebuah panggung utama untuk mendengar beberapa sambutan dari petinggi IT Telkom dan selanjutnya seluruh peserta diberi kebebasan untuk menikmati seluruh fasilitas hiburan yang disediakan oleh pihak hotel.

Naya – anak kami begitu menikmati renang di kolam bayi padahal ini yang pertama kalinya dia berada di kolam renang sungguhan (biasanya cuma di kolam karet mainan miliknya). Sampai-sampai tangan dan kakinya keriput akibat lamanya ia di dalam air.

Setelah mandi dan makan siang, seluruh anak menuju ke sebuah tempat untuk mengikuti acara menghias kue untuk anak. disediakan dua buah kue yakni donat dan mavin untuk dihiasi ceres, cream, dll.

Juga ada games menangkap kelinci dan ikan. Dari hasil tangkapan baik kelinci maupun ikan boleh dibawa pulang ke rumah masing-masing. Naya belum bisa ikut pada kedua games ini secara ia ternyata yang usianya paling muda belum genap dua tahun sementara anak-anak lain sudah berusia sekitar 4 tahunan ke atas.

tepat jam 5 sore seluruh peserta meninggalkan tempat acara FG dengan menggunakan bus yang telah digunakan sebelumnya. Naya pun tertidur dengan pulas sampai ke Bandung.

Terima kasih kepada pihak IT Telkom yang telah memberikan rekreasi gratis dan silaturrahmi kepada seluruh dosen dan staff semoga bisa menjadi semangat baru untuk memulai aktifitas (Link).

Jakarta - 19 July 2011

Berantakan

Hampir sebulan ini tidak pernah menyentuh komputer server saya yang ada di rumah. Komputer ini biasanya saya pakai untuk ngoprek Debian GNU/Linux dan sudah beragam aplikasi server telah berjalan dengan sempurna di atasnya. Setelah waktu subuh, saya coba nyalakan kembali komputer tersebut dan mencoba akses lewat laptop kantor yang sehari-hari saya pakai untuk bekerja.

Setelah proses booting selesai dan siap untuk digunakan, seharusnya laptop saya sudah mendapat IP dari mesin server secara dinamik. Namun sayang dhcp server-nya ternyata ngadat dan belum sempat saya periksa lagi masalahnya apa.

Saya coba set IP statik dari komputer laptop untuk menggunakan segmen yang sama dengan komputer server. Akhirnya bisa melakukan koneksi ke mesin server. Masalah kedua timbul karena saat akan mengakses aplikasi klien LDAP via web browser yakni LAM. dan ternyata mesin server tersebut meminta autentikasi dengan menggunakan user yang ada di direktori LDAP. mencoba login tapi aksesnya ditolak terus. Wah tambah bingung rasanya. Apa mesin ini marah/ngambek karena tidak dijeguk lagi alias terlupakan, ya?.

Karena sedikit penasaran dengan LDAP, saya coba create manual lewat shell untuk menambahkan user baru ke direktori LDAP dan hasilnya erreur LDAP: Can’t contact master ldap server for writing (IO::Socket::INET: Bad hostname ‘ldap.kawananu.com’) at /usr/share/perl5/smbldap_tools.pm line 322. Ups masalahnya ternyata tidak dapat mengakses mesin LDAP karena DNS. Saya liat konfigurasi DNS ok dan mencoba melihat konfigurasi yang ada di /etc/resolv.conf. aha..saya baru ingat kalau server ini pernah saya pakai untuk koneksi Internet menggunakan modem dan biasanya sistem akan menambahkan secara otomatis sebuah IP baru di file konfigurasi tersebut.

Sumber gambar: http://www.cartoonstock.com/lowres/aba0405l.jpg

Menulis?

“Menulis”, ah terkadang hanya sebuah kata yang sering diucapkan bukan?.Namun untuk memulainya terkadang begitu sulit terutama untuk membuat naskah buku atau artikel yang akan dikirim ke sebuah majalah. Dari sebuah obrolan ringan saat makan siang di kantor, Saya sempat memuji salah seorang kawan yang juga merupakan senior di kampus dulu tentang kemampuan skill beliau namun ia membalas dengan ucapan ini: “Betul tapi saya tidak setenar kamu”.

Memang betul Beliau memiliki kapasitas keilmuan yang sangat hebat dan semua orang yang pernah mengenalnya pasti akan berkata demikian juga. Namun kata beliau saya lebih terkenal dari dia, Hehe… Salah satu cara untuk melejitkan diri kita adalah dengan menulis. Menulis merupakan aktifitas yang membutuhkan pemikiran mendalam demi lestarinya sebuah pengetahuan. Tujuan saya menulis salah satunya adalah untuk kelestarian keilmuan itu sendiri bagi diri saya dan bagi pembaca buku saya tentunya. Tujuan lain saya menulis adalah untuk terus memupuk semangat dalam pencarian ilmu, karena dengan menulis tadi rasa ingin tahun tentang suatu hal semakin besar dan juga akan meningkatkan minat baca saya dengan sendirinya.

Patut disayangkan orang-orang dengan kemampuan skill yang sangat bagus terkadang hanya bermanfaat bagi dirinya sendiri dan tidak buat orang lain dan seiring perkembangan waktu ilmu tersebut akan hilang dengan sendirinya tanpa berbekas sama sekali. Atau mungkin saja ada orang yang dengan kemampuan skill yang bagus dan tidak ingin untuk berbagi dengan orang lain dengan tujuan bahwa ia akan hebat sendiri dan semua orang akan memuji dia. Tapi sampai kapan itu akan berlangsung?.

Saya bukanlah Albert Einstein bukan juga seorang Prof. Dr.Ing BJ. Habibie dengan tingkat kejeniusan otak yang sangat tinggi alias IQ yang jauh di atas rata-rata yang dapat mengingat setiap perkara yang pernah dialaminya (mungkin). Saya hanya berusaha untuk menuliskan setiap detail aktifitas keilmuan dan proses pembelajaran segala sesuatu agar suatu saat jika saya membutuhkannya, tinggal dipelajari kembali tanpa harus menghabiskan waktu yang lebih banyak untuk sekedar mencari materi yang sama di google.com atau di pelbagai buku tentunya.

Kita tidak mungkin tahu siapa Pramoedya Ananta Toer, Al-Ghazali, Ibnu Sina, Andrea Hirata, Haji Abdul Karim Amrullah (Buya Hamka), dan sederatan toko terkenal lainnya lewat keilmuannya jika mereka tidak menghasilkan sebuah karya tulis yang bisa dinikmati sampai saat ini.

Balik ke abad 13 yang lalu, ketika buku-buku di seluruh perpustakaan di Baghdad, Irak dibakar dan sejak saat itu hampir sebagian besar peninggalan pemikiran islam pun musnah seiring terbakarnya buku-buku di perpustakaan tersebut. Tujuannya adalah untuk mengubah peradaban manusia. Karena buku adalah tiang dari peradaban.

Adalah sangat wajar jika efek lain dari aktifitas kepenulisan ini adalah kepopuleran seorang penulisnya. Dan efek tersebut terkadang menjadi pemicu kembali untuk terus menghasilkan karya dalam bentuk tulisan. Ah ini terkadang hanya menjadi lamungan malam pengantar tidur saja. Selamat tidur..

Jakarta 16 Juni 2011
sumber gambar dari link ini.

Rekomendasi buku jika ingin belajar Perl

Ketika saya pertama kali belajar bahasa Perl, saya bingung harus memulai dari mana dan referensi rujukan yang terbaik yang mana, namun seiring dengan perjalanan waktu akhirnya jika boleh saya memberikan sebuah referensi terbaik bagi pembaca yang ingin belajar Perl adalah buku “Learning Perl” karya Randal L. Schwartz, Tom Phoenix, dan Brian d foy. Setelah tamat dengan buku ini mungkin pembaca dapat menggunakan buku lain seperti “Programming Perl” karya Larry Wall (pembuat bahasa Perl).

Berbicara tentang buku “Learning Perl”, materi yang disampaikan oleh sang penulisnya adalah lebih bersifat teoritis dan dasar dalam pemrograman Perl dengan bahasa yang sangat mudah dimengerti oleh seorang pemula. Kode programnya pun sangat sederhana.

Buku ini merupakan salah satu buku yang ada di rak lemari saya saat ini di samping buku-buku Perl lain. Mengapa Perl?. Adalah sebuah pertanyaan yang sangat baik dan penulis ingin memberikan sedikit gambaran kenapa Perl dan bukan bahasa pemrograman lain seperti Deplhi ataupun Visual Basic (VB)?. Namun perlu  dicatat bahwa saya bukan menjelek-jelekkan bahasa pemrograman lain karena balik lagi ke fungsi dan tujuan termasuk program aplikasi yang ingin dibuat.

Saat pertama kali bekerja di vendor telekomunikasi 2006, hampir tidak pernah saya mendapatkan orang di lingkungan kerja termasuk program-program yang ada di perangkat telekomunikasi yang diciptakan oleh vendor tersebut dengan menggunakan bahasa Delphi ataupun Visual Basic (Yang banyak adalah bahasa assembly, Perl, Java dan Python). Keempat bahasa ini memang sangat bersahabat dengan sistem operasi UNIX (SUN Solaris) yang banyak digunakan di mesin-mesin telekomunikasi.

Ketika pindah ke Ericsson tahun 2007, saya semakin sering menjumpai banyak karyawan menggunakan bahasa Perl untuk membantu aktifitas mereka dalam pekerjaan dan pada akhirnya saya pun mulai membuat program untuk parsing data di mesin MSC-S. Perl memang sangat powerful untuk pemrosesan data dan manipulasi teks karena Perl awalnya dibuat oleh Larry Wall untuk tujuan tersebut.

Selain itu, saya yakin dan percaya seratus persen kalau bahasa Perl juga banyak digunakan oleh orang-orang yang berkecimpung di GNU/Linux seperti seorang system administrator untuk membantu aktifitas pekerjaan mereka sehari-hari.

Bandung, 12 Juni 2011

Aktifitas Hari ini

Waktu sudah menunjukkan pukul 10:31 malam padahal masih banyak tulisan yang harus saya selesaikan. Dan mata pun sudah lima watt (alias ngantuk). Tulisannya harus dihentikan terlebih dahulu karena toh tidak dikejar waktu (seselesainya saja). Browsing sejenak dan sampai akhirnya mampir ke blog sendiri yang sudah beberapa hari tidak ter-update dengan tulisan baru.

Beberapa hari ini saya harus ke kantor testbed kustomer untuk sebuah testing yang harus kelar secepat mungkin. Yang masih bermasalah adalah paging response sehingga proses percakapan antara calling number dan called number belum berhasil. Tentunya masih ada parameter yang perlu di-check lebih teliti lagi karena mungkin ada konfigurasi yang salah terkait dengan paging di sisi MSC-s dan radio.

Balik dari kantor kustomer, saya mampir sejenak untuk membeli sebuah perangkat wireless router cisco seri E1000 di poin square di daerah Lebak Bulus. Wireless router ini rencananya akan saya pasang di rumah kami di Bandung karena saat akses internet menggunakan kabel, rasanya ribet apalagi jika anak kami Naya mondar-mandir, malah membuat khawatir jika kabel tersebut tersenggol oleh Naya dan membuatnya terjatuh ke lantai. Jadi saya putuskan untuk membeli perangkat tersebut.

Sesampai di rumah (Jakarta), saya coba setup perangkat tersebut dengan menggunakan modem yang terhubung ke mesin Debian GNU/Linux. Mesin server tersebut penulis jadikan sebagai gateway untuk akses Internet sekaligus sebagai proxy server. komputer klien akhirnya bisa terhubung ke jaringan Internet setelah proses setup selesai.

Sebenarnya malam ini penulis juga ingin mengoprek autentikasi FTP server dengan direktori LDAP namun belum kesampaian akibat badan yang sudah lelah setelah seharian bekerja.

Jakarta - 9 June 2011

Masih di Kantor

Jam sudah menunjukkan pukul 9:27 PM tapi masih berada di kantor untuk menyelesaikan tugas kantor dan juga menambal beberapa bug dari program saya. Sebenarnya waktunya untuk pulang dan istirahat di rumah tapi berhubung di luar hujan masih deras akhirnya harus tinggal di kantor sampai saat ini.

@ Ericsson Office 2 - Jakarta 25 Mei 2011

Outing Bali 2011

Tahun ini outing kantor untuk kesekian kalinya adalah ke Bali lagi. Tapi saya memutuskan untuk tidak ikut dengan pertimbangan keluarga jauh lebih penting. Waktu pelaksanaannya sendiri 21-23 Mei 2011 (sabtu-senin), kalau ikut berarti saya akan kehilangan waktu kebersamaan dengan keluarga di Bandung untuk minggu ini.

Jakarta - 20 Mei 2011

Telah Terbit: Buku Debian GNU/Linux

Update terbaru (31-Oktober-2011):

Buku ini sudah ada di gramedia Bandung dan Jakarta ( Gramedia Pondok Indah).

Update terbaru (24-Agustus-2011):

Buku Debian GNU/Linux telah terbit. Terima kasih kepada penerbit Informatika Bandung atas penerbitan buku saya. Semoga bermanfaat bagi pembaca. Kritik dan saran tentu saja penulis nantikan, silahkan di-email ke kari@kawananu.com.

Buku ini sudah bisa dibeli melalui penulis di link ini atau melalui website biobses. Pembaca juga dapat memesan DVD tambahan melalui link ini karena pada buku tersebut hanya menyertakan DVD pertama padahal software yang dibutuhkan dalam buku ini tersebar di seluruh DVD Debian (8 DVD).

Membahas tentang Debian Squeeze yang merupakan rilis stabil terbaru. Pembahasan materi tidak berkutat di command line saja karena dapat membuat frustasi bagi pemula (newbie). Penulis mengombinasikan antara GUI dan command line agar pembaca tidak jenuh dengan layar hitam yang sangat identik dengan sistem operasi Unix dan variannya.

Salah satu contoh materi untuk autentikasi akses direktori/file ke samba server dengan LDAP.

Semoga kehadiran buku ini dapat menjadi pedoman bagi pembaca yang ingin menggunakan Debian GNU/Linux atau Ubuntu. Dan harapannya semakin banyak orang yang ingin menggunakan salah satu distribusi GNU/Linux yang sangat konsisten dengan kesederhanaan dan kestabilan sistem. Buku ini terdiri dari 21 bab dengan perincian materi untuk setiap babnya sebagai berikut:

 

Daftar Isi

PRAKATA…………………………………………………………………………………….v
DAFTAR ISI………………………………………………………………………………..xi
 
BAB 1 PENDAHULUAN……………………………….

1

         1.1 Sistem Operasi………………………………………………

1

         1.2 GNU Software……………………………………………….

2

         1.3 Kernel Linux…………………………………………………

3

         1.4 Apa Itu GNU/Linux……………………………………….

3

         1.5 Tokoh Penting GNU/Linux…………………………….

4

         1.6 Free Documentation………………………………………

7

         1.7 Distribusi GNU/Linux……………………………………

7

         1.8 Free-Open Source Mendatangkan Penghasilan

23

         1.9 Manfaat Penggunaan Free-Open Source………..

25

        1.10

Beberapa Pertanyaan Penting yang sering Muncul terhadap Aplikasi Free-Open Source….

26

BAB 2 INSTALASI DEBIAN ………………………….

29

         2.1 Instalasi  Debian GNU/Linux Mode GUI………..

29

BAB 3

INSTALASI PAKET SOFTWARE  GNU/Linux……………………………………….

65

         3.1

Instalasi Paket Software dari Kode Sumber……

65

         3.2

Instalasi Paket Software dari Kode Biner……….

66

BAB 4

SISTEM FILE GNU/LINUX …………………

87

         4.1

Memahami File GNU/Linux  …………………………

87

BAB 5

LINUX SHELL…………………………………..

113

         5.1

Alasan Mengapa Menggunakan Linux Shell …..

114

BAB 6

KONSEP DASAR JARINGAN……………….

135

         6.1

Konsep Dasar Jaringan Komputer………………….

135

6.1.1   Komunikasi Data …………………………………

135

         6.2

Konfigurasi Alamat IP untuk Router, Server dan Klien.

138

6.2.1 Konfigurasi Alamat IP untuk PC Router..

142

6.2.2 Konfigurasi Alamat IP untuk Mesin Server …………………………………………………

145

6.2.3 Konfigurasi Alamat IP untuk Klien………..

146

BAB 7

GNU/LINUX SERVER………………………..

149

         7.1

Domain Name System……………………………………

149

         7.2

Web Server……………………………………………………

160

         7.3

FTP Server…………………………………………………….

181

         7.4

E-Mail Server………………………………………………..

196

         7.5

OpenLDAP Directory Services ……………………….

265

         7.6

Samba Server………………………………………………..

319

         7.7

Web Proxy Caching dengan Squid…………………

340

         7.8

DHCP Server…………………………………………………

362

         7.9

Nagios – Monitoring System………………………….

365

         7.10

Bacula…………………………………………………………..

378

BAB 8

KONEKSI INTERNET…………………………

395

         8.1

Beragam Teknologi untuk Koneksi Internet……

395

         8.2

Konfigurasi Debian GNU/Linux untuk Koneksi Internet via GPRS…………………………………………

409

         8.3

Berbagi Koneksi Internet……………………………….

427

BAB 9

MEMBANGUN BLOG DENGAN WORDPRESS, JOOMLA DAN DRUPAL…

 

433

         9.1

Blog sebagai Catatan Harian………………………….

433

         9.2

WordPress…………………………………………………….

434

         9.3

Joomla………………………………………………………….

449

         9.4

Drupal…………………………………………………………..

458

BAB 10

PEMROSESAN KATA………………………….

465

         10.1

AbiWord……………………………………………………….

465

BAB 11

MANAJEMEN GROUP, USER DAN HAK AKSES …………………………………………….

 

481

         11.1

Pentingnya Membuat Akun Group dan User….

481

         11.2

Manajemen Group dengan Command Line……

482

         11.3

Manajemen Group dengan GUI…………………….

483

         11.4

Manajemen Akun User dengan Command Line…………………………………………………………………….

486

         11.5

Manajemen Akun User dengan GUI………………

489

BAB 12

KOMPILASI KERNEL…………………………

495

         12.1

Kernel – Jantung Sistem Operasi…………………..

495

         12.2

Anatomi Direktori dan File Kernel Linux………..

497

         12.3

Instalasi Kernel……………………………………………..

499

12.3.1 . Ekstrak Kernel Linux………………………….

499

12.3.2 . Konfigurasi Kernel……………………………..

499

12.3.3 . Instalasi Kernel………………………………….

500

12.3.4 . Reboot Debian GNU/Linux…………………

501

BAB 13

K DESKTOP ENVIRONMENT………………

503

         13.1

Tampilan K Desktop Environment………………….

503

         13.2

KDE Control Center……………………………………….

505

         13.3

Iceweasel Web Browser…………………………………

509

         13.4

Chatting di GNU/Linux…………………………………

516

         13.5

Conky- System Monitor………………………………….

523

         13.6

Dolphin – File Manager…………………………………

524

         13.7

Akregator – Feed Reader/Aggregator……………

528

         13.8

Ksnapshot……………………………………………………..

530

         13.9

Amarok…………………………………………………………

532

BAB 14

KEAMANAN DASAR DEBIAN GNU/LINUX…………………………………….

535

         14.1

Keamanan Dasar Debian GNU/Linux…………….

535

         14.2

Koneksi SSH dengan Autentikasi Kunci Publik.

543

BAB 15

DEBIAN REPOSITORY……………………….

555

         15.1

Tujuan Debian Repository……………………………..

555

         15.2

Langkah Membangun Debian Repository………

558

15.3

Update dan Upgrade Software………………………

563

BAB 16

SISTEM BOOT…………………………………..

565

         16.1

Lilo Boot Loader……………………………………………

565

         16.2

Boot Disk………………………………………………………

568

         16.3

GRUB: The Grand Unified Boot Loader………….

571

BAB 17

STREAM DAN SED…………………………….

575

         17.1

Piping ………………………………………………………….

575

         17.2

Sed­Stream Editor ………………………………………..

584

         17.3

Pencarian Baris sesuai Pola dengan Egrep …..

585

BAB 18

PENGOLAHAN GRAFIK DENGAN COMMAND LINE………………………………

 

587

         18.1

Convert…………………………………………………………

587

         18.2

Mogrify…………………………………………………………

594

BAB 19

PARTISI HARDISK……………………………

601

         19.1

Pengenalan Gparted………………………………………

601

BAB 20

EDITOR GNU/LINUX…………………………

605

        20.1

Editor VI……………………………………………………….

605

        20.2

Editor Emacs………………………………………………..

613

 

 

BAB 21

TeX/LaTeX……………………………………….

621

         21.1

Instalasi LaTeX……………………………………………..

622

         21.2

Membuat Dokumen LaTeX……………………………

623

         21.3

Format Dokumen LaTeX……………………………….

625

         21.4

Membuat Surat dengan LaTeX………………………

628

         21.5

Menempatkan Gambar Di LaTeX…………………..

629

         21.6

Footnote………………………………………………………..

631

         21.7

Membuat Rumus di LaTeX……………………………

631

         21.8

Daftar Pustaka………………………………………………

635

         21.9

Pembuatan Tabel…………………………………………..

636

       21.10

Membuat Daftar Isi……………………………………….

637

       21.11

Menggabungkan Beberapa File ke Dokumen….

638

DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………… 639      

Penjelasan untuk tiap bab-nya sebagai berikut:

Bab 1 membahas tentang:

Apa itu sistem operasi, GNU software, kernel Linux, tokoh-tokoh di balik GNU/Linux (RMS, LBT), free documentation, distribusi GNU/Linux, Debian Free Software Guidelines (DFSG), Debian Social Contract (BSC), Struktur keanggotaan Debian seperti user, kontributor, maintainer serta developer, Sejarah singkat Debian GNU/Linux, Penjelasan setiap rilis Debian, dll.

Bab 2 membahas tentang instalasi Debian GNU/Linux dengan mode GUI.

Bab 3 membahas tentang instalasi paket software baik  biner maupun dalam bentuk kode sumber. Juga pada bab ini terdapat cara bagaimana meng-upgrade Debian dari rilis stabil sebelumnya ke rilis stabil yang terbaru dalam hal ini dari Debian Lenny ke Debian Squeeze. Juga bagaimana menginstal software menggunakan synaptic (tinggal klik sana sini dan software telah terinstal dengan sempurna).

Bab 4 membahas tentang sistem file GNU/Linux. pembahasan materi mencakup manajemen file, struktur file GNU/Linux, mengubah hak akses sebuah file/direktori, bagaimana membundel & mengompres file/direktori, bagaimana membagi (split) file, mencari file dan direktori, membandingkan beberapa file, dst.

Bab 5 membahas tentang Linux shell. Pembahasan materi mencakup alasan mengapa shell masih dipertahankan oleh sistem UNIX dan variannya termasuk GNU/Linux, serta perintah-perintah yang dapat digunakan pada shell serta fungsi dari setiap perintah tersebut tersaji pada bab ini (crontab, dll).

Bab 6 membahas tentang konsep dasar jaringan. Pembahasan materi mencakup sistem pengabelan, konfigurasi IP untuk router, server dan klien.

Bab 7 membahas tentang server berbasis Debian GNU/Linux. Pembahasan materi untuk bab ini bagi penulis adalah yang paling menarik dari keseluruhan bab yang ada. Pembahasan mencakup konsep dan implementasi sebuah DNS, web server, pembatasan akses ke website dengan password – authconfig dan juga proses autentikasi menggunakan direktori LDAP sehingga setiap user yang ingin mengakses sebuah website harus mengisi user dan password terlebih dahulu, HTTPS(implementasi enkripsi TLS/SSL), analisis trafik web server dengan webalizer & Awastats, konsep dasar FTP server dan implementasi menggunakan vsftpd+openSSL, konsep dasar e-mail dan implementasi mail server, Mailscanner, squirrel web mail, horde, akses e-mail dari outlook/kmail/mail macintosh, mail server monitoring dengan Mailgraph, server monitoring dengan munin, OpenLDAP direktori, autentikasi akses ke direktori samba dengan menggunakan OpenLDAP direktori, bagaimana melindungi anak saat berselancar di dunia maya dengan menggunakan squid web proxy, pembatasan jam akses Internet,  dan masih banyak lagi.

Bab 8 membahas tentang teknologi untuk akses Internet seperti CSD, GPRS, PDP context, protokol-protokol untuk packet switch (PS) seperit Gb interface, IuPS interface , bagaimana penggunaan AT command serta konfigurasi Debian untuk akses Internet termasuk di dalamnya berbagi koneksi Internet.

Bab 9 membahas tentang bagaimana membangun weblog/blog dengan menggunakan CMS seperti wordpress, joomla dan drupal.

Bab 10 membahas tentang pemrosesan kata dengan menggunakan Abiword.

Bab 11 membahas tentang manajemen group, user dan hak akses.

Bab 12 membahas tentang bagaimana mengompilasi kernel

Bab 13 membahas tentang KDE yang di dalamnya mencakup Iceweasel web browser, chatting di GNU/Linux, Dolphin File manager, Feed Reader dengan akregator, memainkan musik dengan amarok.

Bab 14 membahas tentang keamanan dasar Debian GNU/Linux yang di dalamnya mencakup update keamanan, koneksi SSH dengan menggunakan autentikasi kunci publik, pembatasan akses hanya untuk akun tertentu saja, secure file transfer, login ke sistem tanpa menggunakan password dan digantikan dengan kunci publik, dst.

Bab 15 membahas tentang Debian Repository. Materi dalam bab ini juga cukup menarik karena berisi penjelasan bagaimana membangun sebuah repository Debian dan bisa diakses oleh siapa saja saat hendak meng-update/upgrade serta menginstal software.

Bab 16 membahas tentang sistem boot seperti LILO dan GRUB. Pembahasan meliputi pemberian password pada boot loader sehingga saat sebuah user ingin masuk ke sistem GNU/Linux ataupun ke Windows maka boot loader akan meminta autentikasi berupa password.

Bab 17 membahas tentang stream dan sed.

Bab 18 membahas tentang pengolahan grafik dengan command line. Pembahasan meliputi pengolahan gambar dari shell GNU/Linux.

Bab 19 membahas tentang partisi hard disk

Bab 20 membahas tentang editor VI dan emacs.

Bab 21 membahas tentang LaTeX. Pembahasan meliput cara pembuatan sebuah dokumen LaTeX, footnote, daftar isi, daftar gambar, memasukkan gambar ke sebuah dokumen LaTeX, dll.

Beberapa koreksi kesalahan ejaan sebagai berikut:

Hal 12. Seiiring –> Seiring

                Namum –> Namun

Hal 61. Keterangan:

               Opsi -x  -> opsi -z

Hal 202. smtpd_tls_note_starttls-offer = yes –> smtp_tls_note_starttls-offer = yes

Hal 204. debian:~# telnet localhost 110

Hal 345. www.goole.com –> www.google.com

Hal 357. disain –> desain

Hal 370. disain –> desain

Hal 407. PDD Context –> PDP Context

Hal 456. Softtware –> software

Hal 539. memasukan –> memasukkan

Jakarta, 18 Mei 2011

long weekend telah berakhir

Besok adalah hari pertama melakukan rutinitas kantor setelah long weekend. Hari besok adalah hari dimana saya sudah tidak bekerja di posisi lama dan memulai bekerja pada posisi baru sebagai core  network designer. Mungkin sebuah barakah buat saya dan keluarga karena posisi baru tersebut tidak mengharuskan saya untuk keluar kota  lagi sehingga sabtu dan minggu pastinya berada di Bandung.

Oh iya, buku dengan judul Debian GNU/Linux yang sempat tertunda lama telah selesai saya revisi kembali untuk Debian Squeeze dan saat ini dalam proses penerbitan oleh Informatika Bandung (Terima kasih kepada pak Benny).

Kemarin, setelah dari rumah sakit untuk mengantar istri kontrol, perut sudah pada keroncongan termasuk anak kami Naya sehingga memutuskan untuk singgah ke BMK. Naya sendiri makan nasi goreng dan kami (saya, istri dan adik sepupu istri) makan baso malang campur. Sehabis dari BMK, kami langsung pulang karena hujan deras. Di perjalanan Naya tidur karena sudah capek seharian keluar rumah.

Bandung, 17 mei 2011