Untuk akses VPN, saya menggunakan software openfortivpn linux yang berjalan di virtualbox sebagai VPN client.

Sebelumnya, saya menggunakan Debian GNU/Linux di virtualbox tapi karena fungsi OS sendiri sekedar untuk menjalankan openfortivpn jadi saya menggantinya dengan Tiny Core Linux yang berjalan di atas RAM sehingga proses booting OS lebih cepat sekaligus tidak membutuhkan alokasi hardisk besar karena kebutuhannya cukup 11 MB saja.

Tiny Core Linux berjalan di RAM sehingga setiap kali system reboot seluruh konfigurasi akan kembali ke default setting. Tiny Core Linux memberikan solusi dengan bootable script yang dipanggil setiap kali system reboot.

Untuk keperluan script tersebut, saya menggunakan lua programming language untuk mengganti hostname ‘box’ ke ‘tinycorelinux’. Secara default Tiny Core Linux menggunakan hostname tc@box:~$. Saya ingin menggantinya dengan tc@tinycorelinux:~$.

#!/usr/local/bin/lua

-- copyright (c)2020 Askari Azikin (askari.azikin@kawananu.com)
-- usage: $ lua changehostname.lua

function changeHostname()
   -- local variable
   local hostname = "tinycorelinux"
   os.execute("/usr/bin/sethostname ".. hostname)	
end

changeHostname()

Kemudian tambahkan lua script di atas di bootable script Tiny Core Linux /opt/bootsync.sh berikut:

#!/bin/sh
# put other system startup commands here, the boot process will wait until they complete.
# Use bootlocal.sh for system startup commands that can run in the background 
# and therefore not slow down the boot process.

lua /opt/changehostname.lua
/opt/bootlocal.sh &

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *