Karena Singtel hari jumat kemarin wajib cuti satu hari sehingga saya juga memutuskan untuk cuti satu hari sehingga waktu istirahatnya menjadi tiga hari. Di masa pandemi coronavirus ini tentu saja lebih baik berada di rumah bercengkrama dengan istri dan anak-anak.

Beberapa minggu ke belakang saya cukup sibuk (Alhamdulillah) sehingga rasa-rasanya butuh rehat sejenak untuk mengembalikan mood kerja dan konsentrasi. Bekerja di live system tentu saja membutuhkan konsentrasi tinggi karena jika ada sedikit kesalahan saja efeknya sangat besar seperti orang tidak bisa menelpon, selancar internet, access facebook, youtube, instagram, twitter, dll. Bisa dibayangkan kan resiko pekerjaannya?

Saya melihat beberapa rekan kerja di Ericsson Singapore ini terutama yang cukup senior yang sudah bekerja lebih dari 20 tahun masih bekerja di akhir pekan untuk menyelesaikan solusi design untuk customer, dll. Itu ditandai dengan skype-nya aktif diakhir pekan. Saya melihat mereka-mereka ini memang memiliki etos kerja yang sangat luar biasa dan saya banyak sekali belajar dari mereka.

Satu hal yang saya bisa ambil manfaat dari mereka ada keinginan berbagi ilmu dan tidak akan segan-segan bertanya ke yang lebih muda seperti saya ini jika mereka kurang yakin dan akan selalu memastikan solusi yang di deliver ke customer adalah benar dan tidak ada kesalahan sama sekali. Dua hal ini yang membuat saya sangat menaruh hormat kepada mereka-mereka ini.

Kembali lagi ke inti topik dari tulisan ini, saya awalnya tidak ingin menyentuh laptop selama akhir pekan ini, tapi ada satu email dari customer yang cukup membangkitkan selera saya untuk menyelesaikan kebutuhannya dengan bahasa pemrogram Python.

Kemarin di hari sabtu saya mulai ngoding untuk menyelesaikan kebutuhan tersebut tapi belum juga selesai dan baru saya lanjutkan lagi hari ini. Alhamdulillah hari ini selesai kode programnya dan sudah saya test dan verifikasi di live system.

Besok sudah bisa saya bagikan ke customer untuk mereka verifikasi kembali. Saat ini semua skrip-skrip baru saya dibuat dengan bahasa pemrograman Python dan tidak lagi menggunakan bahasa pemrograman Perl. Kenapa Python? alasannya karena bahasa ini sangat trend tahun-tahun belakangan. Jadi saya mulai mengikuti trend ini biar tidak ketinggalan jaman. Walaupun di dalam hati saya Perl masih cukup dominan.

Tidak ada perbedaan cukup signifikan antara dua bahasa ini. Jika sudah paham salah satu bahasa pemrograman Insya Allah untuk belajar bahasa pemrograman yang lain akan lebih mudah.

Banyak waktu saya dihabiskan di akhir pekan untuk ngoding baik itu untuk pekerjaan ataupun sekedar hobby saja. Sampai saat ini hasrat untuk ngoding tetap tinggi.

-Singapore, 13 September 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *