Selama ini saya hanya menggunakan git di server kawananu.com tanpa antarmuka web. Bagi yang belum familiar dengan Git, Git adalah distributed version-control system (VCS) untuk pelacakan perubahan pada seluruh files dari kode program dalam proses pengembangan software.

Git ini sangat membantu software developer atau programmer untuk pemeliharaan kode program yang sedang dikerjakan. Setiap perubahan bisa dengan mudah ditelesuri dan seandainya ingin rollback ke versi sebelumnya atau ingin membuat cabang sebelum digabung (merge) kembali, Git mampu melakukan semua pekerjaan tersebut.

Minggu lalu, setelah mencari informasi antarmuka web untuk git yang bisa diinstal di server sendiri, saya tertarik satu di antara beberapa pilihan yang ada yakni GOGS (singkatan dari Go git service). Gogs dikembangkan dengan menggunakan bahasa pemrograman Go.

Instalasi programnya pun sangat mudah, cukup dengan mengikuti petunjuk instalasi yang disediakan oleh Gogs. Saya install langsung dari source code-nya walaupun program Gogs telah tersedia dalam bentuk binary dari beberapa distro Linux yang ada.

Berhubung sofware-software yang saya tulis hampir seluruhnya untuk keperluan kantor, akibatnya saya tidak bisa membagikan kode programnya ke publik. Untuk saat ini, hanya satu kode program python yang bisa saya tampilkan dan bagikan ke publik karena program tersebut bersifat umum dan tidak ada kaitan langsung dengan system di pekerjaan saya.

Saat ini software-software yang saya tulis masih didominasi bahasa Perl, Python, dan Lua.

Singapore, 15/12/2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *