Sebelum pandemi Covid-19, biasanya saya ke pasar tradisional Geylang Serai setiap dua minggu sekali. Namun saat pandemi seperti sekarang ini, saya ke sana cukup sebulan sekali. Di pasar Geylang ini, saya biasanya membeli ikan, daging, dan ayam kampung sebagai stok bahan makanan di rumah. Selebihnya istri biasanya beli di FairPrice atau Giant supermarket.

Sebenarnya persis di depan tempat tinggal kami ada pasar tradisional. Tapi pilihan ikan dan dagingnya lebih terbatas di banding di Geylang yang merupakan pasar induk untuk daerah timur Singapore. Waktu perjalanan dari rumah ke Geylang pun hanya lima belas menit saja. Biasanya saya ke sana selepas shalat subuh untuk menghindari kepadatan orang di pasar.

Semua ikan, daging, dan ayam sangat segar. Ini ditandai dengan sisik yang masih mengkilap, insang ikan yang masih sangat merah, begitu juga dengan daging sapi yang masih sangat merah dan ayam kampungnya pun sama. Di kaki ayam kampung selalu ada gelang berisi kapan ayam tersebut disembelih.

Jika di pasar-pasar lain biasanya produk yang dijual ada yang halal dan ada juga non-halal. Tapi tidak demikian dengan pasar Geylang serai ini, Semua produk yang dijual adalah halal.

Singapore, 31-October-2021

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *